Rabu, 20 Maret 2019

Begini Pernyataan Kepala Sekolah SMAN 1 Batuan, Terkait Dugaan Oknum Guru Aniaya Muridnya

    3/20/2019   No comments

MOKI, Sumenep – Viralnya pemberitaan dugaan penganiyaan oknum guru terhadap muridnya hingga mengakibatkan  meninggal dunia  akhirnya kepala Sekolah SMAN 1 Batuan memberikan penjelaan kepada sejumlah media.

Kepala SMAN Batuan Solehuddin menjelaskan, pemberitaan terkait oknum guru aniaya muridnya di sejumlah media itu sepihak, dan itu tidak benar. Sebab, sesuai surat izin pihak keluarga yang dikirim ke sekolah, siswa itu sakit akibat radiasi hp.

“Saat pihak sekolah datang berkunjung, penyakit yang diderita tetap radiasi bukan penganiyaan,” katanya.

Sambung Saleh sapan akrabnya, sebenarnya peristiwa itu sudah lima bulan yang lalu tepatnya awal Oktober 2018. Itu pun sang murid hanya dipatok  menggunakan gayung menyentuh didahi, tidak keras.

 “Keesokan harinya  siswa yang bersangkutan tetap sehat dan bersekolah seperti biasanya,” ucapnya.

Menurutnya, bukan hanya siswa itu yang di patok, tapi temen sebangkunya juga di patok menggunakan gayung di dahinya. Sementara gayung yang digunakan juga sudah pecah.

 “Jadi, bukan pecah setelah dipukulkan, namun gayungnya memang pecah sebelumnya,” jelasnya pada sejumlah media di ruang kerjanya. Rabu (20/3/19)

Menurutnya,  mengapa siswa itu dipukul (dipatok red), karena si murid tidak mengerjakan tugas, yang diperintahkan gurunya si guru.
“Bahkan saat itu bukan hanya satu siswa itu yang di patok, melainkan temen satu bangkunya pun dipukul karena tidak mengerjakan tugas juga,” terangnya.

Kami  pihak sekolah menegaskan tidak ada penganiyaan kepada siswa. Meski siswa itu pernah dipukul, namun tidak ada kaitannya karena sudah lima bulan lalu.

“Kami juga sudah mengklarifikasi kepada guru bersangkutan, teman sebangku dan teman lainnya. Jadi, dia sakit radiasi saja,” tuturnya.

Sedang atas viral pemberitaan siswa meninggal dipukul gurunya, pihak keluarga si murid dan aparat desanya, datang ke sekolah untuk meminta maaf, dan berjanji tindak akan melanjutkan laporannya ke kantor polisi.
Selain itu, keluarga si murid bersumpah akan membela pihak sekolah.

“Tapi jika kasus ini terpaksa dilaporkan ke kantor polisi, maka pihak sekolah akan melakukan pembelaan,” pungkasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya disejumlah media, keluarga siswa yang baru meninggal mendatangi Polres Sumenep. Keluarga mengadukan adanya dugaan penganiyaan oknum guru SMAN Batuan hinga menyebabkan siswa meninggal. (Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.