Jumat, 15 Maret 2019

Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, Kuasa Hukum Tuding Kinerja Polres Sumenep Patut Dipertanyakan

    3/15/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Soal kasus dugaan Pemerkosaan  anak di bawah umur inisial (RM) Desa Banraas pulau Giliyang  Kecamatan Dungke, Sumenep Madura, kuasa hukum korban tuding kinerja Polres Sumenep patut dipertayakan.

Pasalnya sejak awal laporan sesuai surat tanda bukti lapor nomer: STPL/227/Vlll/2018/JATIM/RES SMP, tanggal 21 Agustus, karena awal laporan semua saksi sudah diperiksa dan semua bukti sudah diajukan serta dilakukan visum terhadap diri korban, namun pada kenyataanya dari awal laporan sampai sekarang sudah 6 (enam) bulan lamanya pihak pelapor/korban tidak pernah diberikan haknya sebagaimana mestinya, hal ini terbukti pihak pelapor tidak pernah mendapatkan secarik kertas mengenai surat perkembangan hasil pemeriksaan terhadap adanya  laporan tersebut.

"Pada hal kami berkali kali mendatangi penyidik untuk meminta hal itu dan juga menanyakan secara langsung bagaimana tindaklanjut atas laporan tersebut, namun sampai saat ini tidak pernah ada jawaban formal serta tidak ada tindaklanjutnya dan terkesan menyepelehkan," kata Kamarullah kuasa hukum korban bersama orangnya saat jumpa pers di depan kantor Humas Polres Sumenep, Jum"at (15/3/2019).

Menurutnya terlapor inisial KU merupakan keluarga  terpandang dan juga golongan tokoh masyrakat yang memiliki power sangat kuat di Desa Banraas.

"Atas dasar itulah kami selalu terbiasa mendengarkan dengan lantang dari pihak terlapor dan keluarganya serta pendukungnya bahwa tidak akan ada proses hukum dan sanksi hukum yang akan menyentuh diri terlapor/pelaku," jelasnya.

Lanjut Kamarullah, ha ini terbukti dan ada hubungannya tidak menghadapnya pelaku setiap dipanggil dan tidak ditangkanya pelaku samapai detik ini,
pada hal pelaku setiap hari dengan santai dan tenangnya beraktifitas didaerah setempat tanpa satu beban apapun, bahkan setiap bertemu dengan pelapor tersenyum dengan mimik mengijek dan meremehkan.

"Atas dasar hal itu semua yang membuktikan bahwa Polres Sumenep telah main mata dengan pihak terlapor/pelaku," tegasnya.

Terpisah Kabag Humas Polres Sumenep AKP Moh.Heri, menepis tudingan kuasa hukum pelapor, Polres Sumenep serius menangani kasus ini, dan sudah memeriksa empat orang saksi dan sudah menetapkan tersangka.

"Polres Sumenep menangani kasus ini dengan serius tidak ada "Main Mata" kita kerja profesional , dan SP2HP diberikan kepada keluarga korban, hanya saja polisi kesulitan untuk menangkap tersangka, karna setiap petugas kelokasi untuk melakukan penangkapan, tersangka selalu tidak ada, tapi kita terus akan memburu terlapor secepatnya," pungkasnya.(Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.