Senin, 11 Maret 2019

JPU Kejaksaan Jakbar Bantah Adanya Permintaan Dana Kasus Hercules

    3/11/2019   No comments

MOKI, Jakarta-Terkait dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 3 (tiga) tahun penjara yang dijatuhkan kepada Hercules Rosario Marshal atas pelanggaran tindak pidana sesuai dengan pasal 170 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat ke (1) KUHP yakni turut serta melakukan perbuatan dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang.

Dalam hal ini Hercules didakwa terkait pengerusakan kantor pemasaran milik PT. Nila Alam di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta Barat. Jaksa penuntut umum pada kasus Hercules adalah, Anggia Yusran, SH (KASIDATUN Kejaksaan Negeri Jakbar), Jaksa anggota Penuntut Umum Kurniawan, Rumata Rosininta, Fitria dan Eka Maina Listuti.

Terkait dengan tuntutan 3 (tiga) tahun yang dijatuhkan kepada Hercules beredar kabar tidak sedap mengenai adanya dugaan permintaan dana yang dilakukan oleh Wuriadhi Paramitha, SH (Kasipidum Jakarta Barat) dan Dr. Patris Yusrian Jaya (Saat ini menjabat Kajari Jakarta Barat).

Sumber kami dilapangan menyebutkan bahwa Wuriadhi meminta uang operasional sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan Kajari menurut sumber tersebut menerima dana sebesar Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah). Sumber menambahkan, semenjak dijatuhinya vonis tiga tahun, pihak Hercules meminta kembali dana yang telah diberikan. Menurut sumber hanya Kajari yang telah mengembalikan uang operasional, sementara Wuriadhi belum mengembalikan uang tersebut.

Saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakbar pada 11 Maret 2019, Wuriadhi membantah kabar dirinya maupun Kajari menerima sejumlah dana operasional dalam penanganan kasus Hercules tersebut. Wuriadhi menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengenal Hercules dan belum pernah bertemu dengan perwakilannya,"tidak mungkin saya menerima dana tersebut, bohong besar itu,"ujar Wuriadhi.

Selain itu Wuriadhi menambahkan tidak mungkin dirinya atau Kajari menerima uang suap dalam penanganan perkara. "Semua yang kami lakukan berlandaskan prosedur yang berlaku di Kejaksaan, tuntutan tiga tahun penjara dijatuhkan karena Hercules seorang yang pernah dihukum dan yang bersangkutan selama persidangan tidak menyesali dan mengakui perbuatannya", ujar Wuriadhi menutup perbincangan.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, Wuriadhi diketahui merupakan salah satu oknum di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang kerap menerima uang suap untuk mengamankan perkara, sumber menyebutkan bahwa Wuriadhi terlibat dalam vonis ringan yang dijatuhkan kepada terdakwa Dwi Aryono (mantan Lurah Kedoya Utara) dan Lisan Bahar terdakwa kasus TPPU.

Sementara itu masih menurut sumber kami, dalam waktu dekat ini kelompok Hercules akan mengadakan aksi solidaritas terkait vonis tiga tahun yang dijatuhkan kepada Hercules dan dugaan mengenai adanya indikasi permintaan uang dari oknum Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. (RY)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.