Kamis, 21 Maret 2019

Komisi lll Pertanyakan Keberadaan Subterminal

    3/21/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Keberadaan Sub Terminal di Kabupaten Sumenep dipastikan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Oleh sebab itu Komisi lll DPRD Sumenep, Madura pertanyakan keberadaan Subterminal.

Sebab, di lokasi ini biasanya ditarik retribusi, termasuk kepada MPU (Mobil Berpenumpang Umum). Namun, faktanya keberadaan sub terminal itu terkesan tidak difungsikan sampai detik ini, bahkan tidak ada MPU yang mau parkir di subterminal itu. Padahal, di lokasi tersebut terkadang ada petugas dari dinas perhubungan (dishub) setempat yang bertugas.

"Padahal, keberadaan subterminal itu dinilai sangat penting untuk mendongkrak PAD setelah terminal induk Arya Wiraraja tidak lagi dikelola Sumenep," kata anggota komisi lll DPRD Sumenep, Abdurrahman Taufik, Kamis (21/3/19)

Menurutnya, keberadaan sub terminal yang terkesan mubazir itu sub terminal Kebonagung, Lingkar Barat. Di tempat ini hanya ada petugas yang menarik retribusi kepada kendaraan yang lewat, namun lokasinya tidak dimanfaatkan sama sekali, tidak ada yang masuk.

"Seharusnya, sub terminal dimanfaatkan secara baik, dan kemudian difungsikan untuk parkir kendaraan. Sehingga, bangunan yang dibangun dengan anggaran Negara tidak mubazir alias dimanfaatkan," ujarnya.

Lanjut dia,  parkir kendaraan tidak akan menumpuk di kota, jadi sub terminal harus menjadi alternative MPU untuk memarkir kendaraannya. Jadi, harus dimanfaatkan untuk parker kendaraan. Sebab, kami melihat masih banyak sopir yang memilih parkir sembarangan.

"Keberadaan sub terminal itu harus mampu mendongkrak dilakukan oleh pemerintah. Jangan abai pada hal kecil yang menghasilkan PAD," ungkapnya.

Ironisnya, sambung dia, ada beberapa sub terminal yang sudah beralih fungsi. Misalnya, sub terminal yang ada di Kecamatan Ambunten, yang saat ini sudah menjadi pasar. Dengan begitu, maka jelas tidak memberikan manfaat dan tidak tepat sasaran sesuai dengan tujuan awal. Meski Dishub pernah menyatakan peralihan ke pasar itu juga ada pendapatannya.

"Hanya saja, pendapatan itu tidak masuk ke dishub, melainkan ke dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan asset (DPPKA)," jelasnya.

Pihaknya meminta dishub tidak tinggal diam melihat kondisi subterminal yang sudah banyak beralih fungsi. Dishub harus bekerja keras untuk mengembalikan fungsi dari sub terminal. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pihak terkait untuk mengembalikan fungsi subterminal sebagai tempat parkir MPU.

" Tentu saja, tidak akan sulit jika berpikir maju untuk kepentingan Sumenep, khususnya peningkatan PAD disektor perhubungan, tukasnya. (Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.