Senin, 04 Maret 2019

KPU Kabupaten Bekasi Himbau Para Pekerja Di Kawasan Industri Aktif Mengurus Formulir A5

    3/04/2019   No comments

MOKI, BEKASI-Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin menghimbau para pekerja di kawasan industri aktif mengurus formulir A5 atau surat pindah memilih dalam Pemilu 2019.

Para pekerja yang memilik e-KTP beralamat di luar daerah atau luar Kabupaten Bekasi diharuskan aktif jika ingin menggunakan hak suaranya.

“Mereka yang harus aktif jika tidak ingin kehilangan hak suaranya karena jauh tidak bisa mencoblos di kampung halamannya. Segera buat A5 ke petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa atau kelurahan tempat mereka ngontrak,” kata Jajang. Minggu (3/3/2019).

Jajang mengungkapkan persyaratan untuk mendapatkan A5, mereka datang ke PPS Desa atau Kelurahan membawa e-KTP, kartu keluarga dan bukti mereka sudah terdaftar TPS alamat tinggalnya.

“Kalau bukti sudah terdaftar TPS alamat tinggalnya bisa kami bantu cek.Intinya kan keinginan dan keaktifan mereka.Bukan kita yang aktif, kalau kita yang aktif dicurigai mobilisasi suara,” ucapnya.

Jajang mengatakan alasan itu juga menjawab atas permintaan Kementerian Perindustrian agar membuka counter atau melakukan jemput bola ke para pekerja itu atau bahkan dibuatkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi pabrik.

“Jadi saya rasa sulit kalau untuk melakukan itu. Apalagi kita juga kekurangan petugas. Jelas aturan pindah memilih kan itu atas keinginan mereka, para pekerja itu yang aktif. Kita juga telah lakukan upaya sosialisasi ke sejumlah kawasan industri agar bisa menyalurkan hak suara termasuk soal A5 surat pindah memilih ini,” ujarnya.

Ia akan terus mendorong para pekerja yang tidak bisa memilih di daerah asal e-KTP nya aktif dan segera mengurus A5. Pasalnya, batas mengurus A5 hingga 17 Maret 2019.

“Segera datangi PPS di Desa, harus aktif. Nanti mereka yang menggunakan A5 hanya bisa mencoblos mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, kawasan Industri Cikarang yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi menjadi kawasan pusat industri terbesar di Asia Tenggara.

Diperkirakan ada jutaan para pekerja yang bekerja di kawasan industri tersebut. Tercatat ada tujuh kawasan industri dengan sekitar 4.000 perusahaan.

Banyak sekali para pekerja yang berada di kawasan industri tersebut bukan orang asli setempat atau berdomisili di Kabupaten Bekasi.

Banyak para pekerja berasal dari luar daerah dan tidak ber-KTP Kabupaten Bekasi. Sehingga menyulitkan mereka untuk bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 17 April mendatang.

Dalam pemilu, pemilih harus menggunakan hak suaranya atau mencoblos di wilayah asal mereka. Jika sedang tidak ada di daerah asalnya,mereka bisa pindah memilih dengan menggunakan formulir A5.

A5 itu didapatkan diurus ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Namun, fakta di lapangan, padatnya aktivitas kerja mereka membuat para pekerja itu tidak bisa mengurus surat tersebut, apalagi jika harus pulang ke kampung halaman untuk menyalurkan hak suaranya. (Marsan)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.