Kamis, 11 April 2019

Dewan Kecewa, Baru di-Launching Kapal Dharma Bahari Sumekar lll Rusak

    4/11/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Adanya kerusakan mesin dan AC pada kapal baru Dharma Bahari Sumekar (DBS) III menjadi perhatian serius anggota komisi III DRPD Sumenep, Madura Akh. Zainurrahman.

Bahkan, Azet (panggilan akrab Akh. Zainurrahman) mengaku kecewa dengan kerusakan fasilitas Kapal dengan anggaran Rp 3,8 miliar.

Sebab, kapal tersebut baru digarap tidak sampai satu tahun, namun sudah mengalami kerusakan. Bahkan, kerusakan itu terjadi sebelum melayani pelayaran warga kepulauan. Sehingga, keberadaan kapal itu menjadi tanda Tanya publik.

"Kami sangat kecewa dengan adanya kerusakan kapal DBS III yang baru dibuat oleh PT Adiluhung itu, padahal baru di-launching beberapa bulan lalu kondisi kapal dalam keadaan fit, tidak mengalami kerusakan," ujarnya

Lanjut dia, kerusakan itu harus menjadi perhatian dari Dinas Perhubungan untuk melakukan komunikasi dengan pihak rekanan. Sebab, masih dalam pemeliharaan untuk dilakukan perbaikan.

" Segera dilakukan perbaikan agar bisa dinikmati masyarakat kepulauan," katanya. Kamis (11/4/19)

Menurut Politisi Demokrat ini, pihaknya tidak habis pikir dengan keberadaan kapal yang baru dibuat tapi sudah mengalami kerusakan. Bahkan, pihaknya menduga ada kesalahan dalam pelaksanaan proyek multiyears itu. Tidak mungkin mengalami kerusakan secepat itu,apabila memang tidak ada kesalah dalam pelaksanaan. Kecuali kerusakan itu terjadi karena faktor alam.

"Ini kapal rusak sebelum digunakan, kan sangat aneh. Kami yakin publik juga bertanya. Anehnya lagi, mengapa pekerjaan itu diterima oleh pihak Dishub,"ucapnya.

Bahkan, sambung politisi asal Kepulauan ini, pihaknya juga perlu ada kajian spesifikasi teknis ata pembuatan kapal itu. Sebab, sebagaiman yang disampaikan PT Sumekar kepada komisi III, kecepatan kapal tersebut diperkirakan tidak akan lebih dari 8 knot per jam. Padahal, dalam perencanaan awal diprediksi kapal itu akan berlayar dalam kecepatan di atas 8 knot perjam bahkan sampai 12 knot per jam.

"Karena begitu, maka sudah tidak ada kecocokan dengan perencanaan yang diinginkan di awal. Berarti untuk berlayar ke pulau tetap butuh waktu yang cukup panjang," tuturnya.

Belum lagi, terang dia, dengan kondisi fasilitas-fasilitas lain yang ada dalam kapal itu. Sehingga, pihaknya meminta untuk dilakukan kajian spesifikasi teknis secara mendalam, tentunya dengan melibatkan pihak yang ahli. Perlu Kajian teknis ini. Apabila memang tidak sesuai maka perlu direkomendasi perbaikan atau lainnya.

"Sebab, kami tidak ingin saat berlayar malah menimbulkan masalah, dan ini akan merugiakan pada masyarakat. Kami ingin kapal itu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kepulauan," pungkasnya. (Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.