Rabu, 15 Mei 2019

Proyek Pembangunan Interior Gedung Auditorium UIN STS Jambi Tidak Bertuan Terus Dikerjakan

    5/15/2019   No comments

MOKI, JAMBI-Imron PPK proyek pembangunan interior gedung auditorium universitas islam negri sultan thaha saifudin jambi enggan dikonfirmasi oleh reporter kabar-investigasi. Rabu, (15/05/19).

Pasalnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan via telpon imron menjelaskan bahwa dirinya tidak memegang peranan apapun di proyek pembangunan interior gedung serbaguna auditorium yang di perkirakan nilai proyek ratusan juta.

Imron juga tidak mengakui kepada reporter media online kabar-investigasi bahwa dirinya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) , pada paket pekerjaan pembangunan interior gedung serbaguna auditorium UIN STS Jambi.

Namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media, bahwa imron adalah ppk dari pelaksanaan pembangunan interior gedung serbaguna auditorium di lingkungan uin sts jambi. 

Baca juga :>> https://www.kabar-investigasi.com/2019/05/ditemukan-proyek-siluman-dilingkungan.html

Kendati demikian reporter media online kabar-investigasi mencoba untuk konfirmasi ke rektor uin sts jambi melalui surat konfirmasi media ,tertanggal (13/05/19) diterima oleh gusrian staaff bagian rumah tangga di gedung rektorat uin sts jambi,  tetapi sampai hari ini tidak ada balasan atas surat yang kami layangkan.

Pihak universitas islam negri sultan thaha saifudin jambi terkesan abai,  dan mempersulit kerja pers, sehingga reporter media online kabar-investigasi tidak berhasil mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat sesuai kebutuhan untuk publikasi pemberitaan.

Dengan demikian menguatkan dugaan bahwa pihak universitas islam negri sultan thaha saifudin jambi, telah melakukan persekongkolan dan pemukatan jahat dengan pihak kontraktor pelaksana pembangunan gedung serba guna auditorium uin sts jambi dibidang kontruksi.

Serta telah melakukan pembiaran terhadap pihak kontraktor pelaksana kegiatan, pembangunan gedung serbaguna auditorium yang tampak nyata dilihat secara kasat mata, syarat dengan penyimpangan baik kwalitas dan kwantitas, di bidang kontruksi terlebih penyimpangan pada material yang digunakan tampak seperti bekas. (Hdp)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.