Senin, 15 Juli 2019

Genjot Keperawanan Anak SMA, Oknum PNS Sumenep Di Ringkus Polisi

    7/15/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Sungguh bejat kelakuan SDL oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tega menggenjot keperawanan HTN (17) yang masih duduk di Bangku Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA).

Terbongkarnya kasus ini, setelah orang tua korban bernama Astro melaporkan di polsek Masalembu, dengan laporan polisi nomor LP/06/V2019/JATIM/Res/Smp/Sek Masalembu tanggal 25 Mei 2019.

Astro orang tua korban menerangkan, peristiwa naas  yang menimpa HTN (17) putrinya, bermula dari bujuk rayu SDL (Pelaku) terhadap korban.

Awalnya, korban HTN diajak SDL untuk membeli bakso ke sebuah warung yang ada di daerah itu

“SDL datang ke rumah untuk menjemput HTN menggunakan sepeda motor honda Vario warna putih untuk membeli bakso. Namun dalam perjalanan ternyata SDL tidak membawa HTN ke warung bakso, melainkan membawa ke sebuah rumah,” kata Astro.

Lanjut Astro, ternyata korban HTN dibawa ke suatu rumah milik ID yang terletak di Desa Masalima Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep.

“Kemudian Korban HTN (17), setelah sampai dirumah tersebut disuruh turun dengan menutup separuh wajah. Sampai dirumah ID dusun tegah desa Masalima SDL langsung memperdaya sekaligus memaksa untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri,” jelasnya.

Sambung Astro, SDL berdalih dengan apa yang dia lakukan akan lebih mudah membuat lubang keperawanan menjadi sempit dari sebelumnya. Kemudian, setelah kemaluan SDL mengeras langsung dimasukkan kedalam lobang kemaluan HTN

“Setelah melakukan aksinya air sperma diusapkan ke wajahnya dengan membaca mantra, dan dioleskan ke bagian tubuh HTN,” cetusnya.

Bahkan SDL sambil mengatakan, kesempurnaan pengobatan akan menjadi sempurna kalau dilakukan sampai tiga kali berhungan,

" Pelaku mengatakan kesempurnaan pengobatan akan menjadi sempurna kalau dilakukan sampai tiga kali berhubungan," tutur Astro.

Sementara Kabag Humas Polres Sumenenp AKP Widiarti, SH menyampaikan,  bahwah semua pihak yang terkait salah satunya saksi dari korban pencabulan anak dibawah umur sudah diperiksa oleh kanit PPA Polres Sumenep.

“Sedangkan pihak terlapor atas nama SDL sudah diperiksa sebagai saksi atas tindak pidana tipu daya dengan memaksa melakukan hubungan badan layaknya suami istri,” kata Widi, Senin (15/7/2019)

Lebih lanjut, Widiarti menyampaikan Kasus kejahatan anak dibawah umur akan dikembangkan dengan memanggil pemilik rumah inisial ID yang ditempati melakukan pencabulan tersebut

“Dan Pihak polres Sumenep terus mengembangkan dan memproses kejahatan anak dibawah umur sampai tuntas,” pungkasnya. (Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.