Sabtu, 27 Juli 2019

Masyarakat Ikut Merayakan Peukan Manggrove di Kota Langsa

    7/27/2019   No comments

MOKI - LANGSA : Ratusan masyarakat ikut merayakan Peukan Mangrove yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Langsa dan sejumlah lembaga yang berlangsung dari 26 – 28 Juli 2019. Peukan Mangrove ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli.

Puncak Peukan Mangrove adalah Seminar Internasional yang dilaksanakan di IAIN Cot Kala Langsa. Sabtu (27/7/2019).  Bertema : aksi bersama dalam konservasi mangrove utk kehidupan dan pembangunan lestari dan berkelanjutan.

Dengan menghadirkan pembicara seperti dari KPH III, Akademisi Dr. Iswayudi, Aktivis Perempuan Dr. Rasyidah, dan perwakilan masyarakat seperti dari kelompok perempuan Kuala Langsa.

Seminar dihadiri hampir 400 ratus peserta dari lembaga pemerintah, LSM, mahasiswa, kelompok perempuan, masyarakat dan panglima laot.

Keramaian perayaan juga di pusatkan Lapangan Bola Sungai Lung selama 3 hari dengan menampilkan berbagai atraksi lomba seperti lomba perahu, lomba memasak makanan dari bahan baku di sekitar mangrove, lomba debat panglima laot tentang upaya perlindungan mangrove, lomba menggambar untuk pelajar, lomba vlog, lomba foto, aneka permainan dan pameran produk-produk mangrove.

Pemko Langsa yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Umar, SH menyampaikan Pemerintah Kota Langsa termasuk Walikota sangat konsern dalam melestarikan mangrove. Ada 32 jenis mangrove di Kota Langsa.

“Namun persoalan yang masih belum selesai adalah masih adanya penebangan pohon bakau karena masyarakat beralasan untuk kebutuhan ekonomi keluarga. Untuk itu Pemko Langsa coba mencari alternative pemanfaatan hutan mangrove dengan mengembagkan ekowisata,” katanya.

Peukan Mangrove didukung oleh Program Shared Resources Joint Sollution (SRJS) yang didukung oleh Pemerintah Belanda yang selama ini telah bekerjasama dengan Pemerintah dan sejumlah LSM untuk mendorong pengelolaan mangrove yang lestari.

Perwakilan WWF Belanda, Hans Beukeboom yang ikut hadir dalam seminar internasional tentang mangrove menyampaikan dukungannya terhadap kerja pemerintah, LSM lokal dan masyarakat dalam upaya pelestarian mangrove.

“Masyarakat adalah penjaga garis depan untuk memastikan bahwa hutan mangrove tidak dihancurkan, berbagai upaya telah dilakukan sehingga pertahanan pantai semakin kuat. Kami bangga, saat ini beberapa kelompok masyarakat juga telah mulai memanfaatkan hutan bakau secara
berkelanjutan, sebagai sumber bahan baku alami untuk produk makanan, yang tentunya merupakan sumber daya ekonomi yang ramah lingkungan,”kata Hans.

Perayaan Peukan Mangrove akan ditutup dengan kegiatan kunjungan wisata ke hutan mangrove, menanam pohon dan pembagian hadiah untuk para pemenang

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:  Ketua Panitia : Munazir HP
Catatan : Propinsi Aceh memiliki luas hutan mangrove mencapai 50.017 hektar terletak di pesisir utara.

Sebaran luas hutan mangrove terletak di Aceh Timur (16.621 hektar), Aceh Tamiang (14.093 hektar), Kota Langsa (5.141 hektar), Aceh Utara (349 hektar), Kota Lhokseumawe (56 hektar) dan
Bireuen (20 hektar).

Selama kurun 2013-2017 telah terjadi kehilangan tutupan hutan mangrove
± 3.910,15 hektar. Luas kawasan mangrove yang dilindungi di Lansekap Peusangan, Jambo Aye dan Tamiang sebesar 9.876,39 ha.

Kondisi tegakan mangrove yang masih baik seluas 21.268,33 ha. (Sumber : Kajian Spatial WWF Indonesia, 2018) Dengan tekanan tekanan yang dialami oleh hutan mangrove seperti penebangan liar, pengalihan fungsi lahan dan lainnya diperlukan strategi pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove dan ini merupakan salah satu dari strategi pada program SRJS untuk mempertahankan hutan mangrove yang tersisa dari tekanan tekanan yang ada .

Pemanfaatan hutan mangrove secara berkelanjutan dengan memanfaatkan hutan mangrove untuk memproduksi produk produk seperti sirup, batik, makanana ringan dan juga untuk ekowisata sehingga hutan mangrove tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan keuntungan ekonomi dari ini, karena yang paling efektif untuk menjaga hutan adalah
masyarakat.(Rusdi Hanafiah).

Teks Photo : Peserta Seminar Manggrove Internasional di Aula IAIN Cot Kala Langsa. Sabtu (27/7/2019).

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.