Selasa, 09 Juli 2019

Polres Sumenep Ringkus Penyebar Berita Hoax

    7/09/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Penyebar berita bohong yang diupload melalui media FB pada 9 Mei 2019 dengan akun atas nama miliknya, Moh. Sucipto(39) warga Jl. Urip Sumoharjo No. 24 Ds. Pangarangan Kec. Kota Kab Sumenep, Madura, Jawa Timur di ringkus Polres setempat. Senin 9/7/2019.

Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan, modus
tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup whatsapp dengan nama grup "Eksekulator", selanjutnya tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya yang bernama "M Sucipto" ke Grup Facebook yang bernama "Sumenep baru".

"Tersangka memposting berita yang tanpa berdasarkan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut," katanya. Senin (9/7)

Lanjut Widiarti, adapun postingan tersangka yang memuat berita bohong:

1.Saya mohon dari relawan 02 ada yang mengambil sampling Surat suara dari beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,karena kemungkinan besar racun ada di kertas suara itu, sebabnya kenapa kebanyakan yang meninggal orang yang ber-hari" Kerja menghitung surat suara. Sedang yang hanya I hari di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S-2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk "keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas".

2. Petugas KPPS mati karena diracun! Masalah racun, PKI janjinya dari dulu PKI suka menebarkan racun buat membunuh pribumi ! Kita harus waspda, kenapa Pemerintah bungkam ya jelas karena mereka yang nyuruh dari golonganya dasar rezim PKI !

"BB yang di amakan petugas, 6 (enam) lembar hasil cetak pada akun Fb M Sucipto, 10 (sepuluh) lembar hasil cetak pada aku. Fb M Sucipto, 1 (satu) unit HP merk Oppo type A71 warna hitam.1 (satu) buah sim card As dengan nomor 082335352775," terangnya.

Tersangka di jerat, Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 10 tahun. (Sar)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.