Sabtu, 13 Juli 2019

Seksi KPKC Adakan Seminar Perlindungan Terhadap Anak & Perempuan

    7/13/2019   No comments

MOKI, Nias Selatan-Pemahaman dalam perlindungan terhadap anak dan perempuan belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Perlu ada sinergi dalam mengatasi permasalahan anak dan perempuan yang kompleks ini. Maka seksi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan.

(KPKC) adakan seminar dibuka langsung Pastor Paroki, Pastor Gregorius Fau, OFMCap  yang merupakan agenda matrix Paroki Hati Kudus Yesus (PHKY) di laksanakan di PHKY Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara, Jumat (12 Juli 2019).

Dihadiri Pastor Gregorius Fau, OFMCap, Narasumber Pastor Hilarius Kemit, OFMCap didampingi dari Seksi KPKC Leonardo F Harita, SH., Fidelman Lahagu dan para peserta seminar yang hadir 70 orang.

Seksi KPKC menekankan sikap hormat, tanggung jawab, rasa kasih sayang dan kepedulian serta solidaritas terhadap alam ciptaan Tuhan. Keadilan dan Keutuhan Ciptaan merupakan perjuangan untuk menegakkan keadilan agar tercapai perdamaian dengan membangun relasi secara benar dan wajar sebagai saudara-saudari satu sama lain, ungkap Leo F Harita.

Pastor Hilarius Kemit, OFMCap sebagai Narasumber mengajak seluruh elemen, mulai dari orang tua dalam keluarga, guru di sekolah, pemerintah pusat dan daerah, media massa dan masyarakat, perlu memahami masalah tersebut. Kita semua tentu berharap agar kelak, kekerasan terhadap perempuan dan anak di negeri ini bisa terus dikurangi, dicegah, bahkan diakhiri. Program unggulan dalam upaya mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak. Menjadi program yang diharapkan dapat merangkul semua elemen untuk bergerak bersama mengatasi masalah ini. Tiga masalah utama yang harus diakhiri adalah kekerasan terhadap anak dan perempuan, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi, papar Hilarius

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah tindakan terpuji dan harus segera diakhiri. Fakta lain yang membuat saya miris adalah, mayoritas pelaku kekerasan dan eksploitasi perempuan dan anak, ternyata orang dekat korban. Kebanyakan pelaku ternyata merupakan orang-orang yang biasa tinggal satu rumah dengan mereka, atau berada satu lingkungan dengan mereka,” ujar Pastor Hilarius Kemit, OFMCap yang merupakan pekerjaannya sebagai Pengacara, dalam dialog bersama peserta seminar, yang bertema "Perlindungan Terhadap Anak & Perempuan. Sinergi dan Kolaborasi Peran untuk Komitmen Perlindungan Anak dan Perempuan", di Kabupaten Nias Selatan.

Ia juga menjelaskan program yang sifatnya pencegahan kekerasan terhadap anak. Salah satunya partisipasi kita sebagai orangtua untuk selalu mengetahui setiap kegiatan anak.

“Strategi pencegahan kekerasan terhadap anak dapat dilakukan mulai dari lingkungan terdekat anak, yakni keluarga. Keluarga adalah pengasuh pertama anak yang berpengaruh dalam membangun karakter. Keluarga juga merupakan tempat anak-anak memperoleh hak-haknya, sekaligus tempat mereka mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya dalam suasana yang menyenangkan, bebernya.

Perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk tindak kekerasan. Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Untuk menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan perlu bermitra dengan lintas sektor, yakni masyarakat itu sendiri, pihak swasta, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa diharapkan upaya solutif untuk mengakhiri masalah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama, agar dapat segera terselesaikan, akhirnya. (doeha)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.