Sabtu, 07 September 2019

Batik Tilaseron, Produksi Tradisonal Tangan Tangan Bidadari Kendeng

    9/07/2019   No comments

MOKI, PATI-Batik Tilaseron, mungkin orang awam belum tahu apa sih batik tilaseron? Kebanyakan orang mengenal Batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Bakaran Juwana. Batik Tilaseron ini produksinya benar-benar sangat tradisional yang membutuhkan kesabaran.

Batik Tilaseron ini dibuat dengan cara ditempa alias dipukuli. Bahan kain dari sutera yang digelar dilantai kemudian untuk pembatikan bahan dari daun yang di taruh kain tersebut dengan cara ditempa alias dipukul-pukul.

Jadi, pembuatan batik tilaseron membutuhkan kesabaran, supaya menghasilkan batik yang bagus dan kain tidak rusak karena ditempa.

Dari tangan-tangan perempuan pegunungan kendeng, kesabaran membatik dengan menempa alias memukul inilah menghasilkan batik yang bagus. Sehingga hargapun mahal, karena pembuatannya juga membutuhkan waktu dan ketelitian.

Dian Mayasari warga Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, salah satu produktor batik tilaseron saat dikunjungi kelompok ibu-ibu yang ingin melihat langsung hasil produksi batik tilaseron menyampaikan,"Batik Tilaseron saya buat berawal dari pertemuan disevuah hotel, ada orang yang memakai batik tapi dibuat dari ecoprint. Dari situlah saya terinspirasi untuk membuat batik. Tetapi, karena saya tinggal di pelosok pegunungan tidak mungkin membuat batik dari ecoprint. Akhirnya saya terinspirasi membuat batik dari daun-daunan. Karena dipelosok ini banyak bahan daun-daunan. Kemudian saya kenal dengan pak Edi dari Indocement yang kebetulan juga tahu dengan pembuatan bati. Melalui CSR Indocement saya minta saya pak Edi untuk mendatangkan guru pelatihan membatik dari daun,"katanya.

"Dari situlah saya mengembangkan batik Tilaseron, agar Desa Maitan yang posisi di wilayah pelosok Pati ini memiliki ciri khas khusus batik sebagai icon Maitan,"katanya kembali.

Produksi Batik Tilaseron baru kisaran 2 tahun dan pemasaran baru satu tahun, tetapi penjualan sudah merambah ke pasar Nasional. Dian Mayasari yang memproduksi batik tilaseron, sehari mampu memproduksi 8 potong batik Tilaseron.

"Satu hari kami mampu memproduksi 8 potong kain batik tilaseron. Saat memproduksi kami melibatkan banyak pekerja perempuan yang sudah kami latih untuk membatik tilaseron,"ujar Dian kembali.

Batik tilaseron, hasil karya inspirasi perempuan dari pegunungan Kendeng. Meskipun tinggal dipelosok tapi mamou menghasilkan karya batik yang bagus dan bisa menempuh ke pasar Nasional.(Aris)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.