Selasa, 03 September 2019

FPII Halsel Mengadakan Rapat Khusus Terkait Bocah Yang Diagnosa Tumor

    9/03/2019   No comments

MOKI, HAL-SEL - Sebagai kepedulian sesama umat dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa, Pengurus Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Halsel mangambil satu inisiatif untuk membantu pengobatan Yumna Azahra (2) yang didiagnosis tumor di paha sebelah kanannya.

FPII pun mengadakan rapat khusus bersama Asriati, ibu kandung Yumna Azahra, dalam rangka membantu kepengurusan administrasinya agar bisa berobat ke RSUD Manado. Sebab, sampai saat ini biaya pengobatannya belum ada.

“Mengingat kekurangan biaya pengobatannya, maka tujuan dari pertemuan ini FPII Halsel akan membantu mengurus persyaratan yang belum memenuhi target untuk bisa melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Manado yaitu berupa proposal dan donatur hingga bagaimana bisa menjalankan ke setiap instansi terkait yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan untuk meminta sumbangsih secara suka rela,” ujar Sarjan Taib selaku Ketua Pembina FPII Halsel pada pertemuan tersebut, Senin (2/11/2019) kemarin.

Sarjan Taib juga berharap, semoga dengan cara yang dilakukan FPII ini bisa sedikit membantu Yumna Azahra.

“Mengingat tumor yang ada di paha kanannya semakin hari semakin membesar, maka kami sangat berharap penuh dari seluruh instansi semoga dapat membantu agar Yumna Azahra bisa melakukan pengobatan di Rumah Sakit Manado dengan secepatnya,” harapnya.

Seperti yang diwartawakan sebelumnya, Diusianya yang masih belia ini, Yumna harus menahan rasa sakit di paha sebelah kanannya, karena adanya benjolan yang disebut-sebut tumor “Tumor Ganas”.

“(Kabar terbarunya) masih dalam proses perlengkapan administrasi guna kelancaran penanganan medis,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel, Akhmad Rajak saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (20/08/19) kemarin.

Akhmad mengatakan, pihaknya sudah meminta Puskesmas Labuha untuk merujuk Yumna ke Kota Ternate, karena di sana sudah ada MoU antara Pemda Halmahera Selatan dengan RSU Ternate. Ini dilakukan agar keluarga Yunma memiliki surat keterangan tidak mampu, sehingga Pemda bisa menangani sampai biaya operasi nanti.

“Untuk menindaklanjuti proses pengobatan tersebut, yang penting pihak korban memiliki surat keterangan tidak mampu, sehingga kami bersama pemerintah daerah bisa membantu sampai pada biaya operasi nanti, karena kalau tidak ada surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa (Kades) setempat, maka pemda bisa kena temuan BPK,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Labuha, Rosa Cahyana menerangkan, pihaknya juga sudah memeriksa dan melengkapi administrasi bocah yang akan dirujuk ke RSUD Ternate dan menurut dokter bocah itu mengalami tumor ganas.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan semua berkas berupa administrasi sudah lengkap, tinggal hari ini dibuat surat rujuk ke RSUD Labuha. Nantinya dari pihak rumah sakit yang akan memberangkatkan, dalam arti pihak rumah sakit yang mengeluarkan surat rujukan ke RSUD Ternate untuk mendapatkan pelayanan medis selanjutnya. Kami hanya menunggu pihak rumah sakit untuk mengeluarkan surat rujuknya, karena bocah tersebut mengalami tumor ganas,” jelasnya.

Terpisah, Asriati, ibu kandung Yumna Azahra saat dikonfirmasi melalui selulernya mengaku, hasil pemeriksaan dari dokter sudah keluar. Hanya saja, dokter menyarankan harus dirujuk ke RSUD Makassar atau Manado dan bukan lagi ke Ternate.

“Torang sudah dari rumah sakit tadi, tapi dokter bilang, katanya harus dirujuk ke RSUD Makassar atau Ternate, tapi ini yang bilang itu dokter yang berbeda dari dokter yang awal,” ungkap Asriati. (Adhy)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.