Kamis, 24 Oktober 2019

Buntut Pernyataan Indra, Konsistensi Majalah Parlemen DPRD Sumenep Disoal

    10/24/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Kembali, Narasi 'media ecek-ecek' sebagaimana dilontarkan Wakil Ketua DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Demokrat, Indra Wahyudi, dalam akun Facebooknya, terus menjadi bola liar yang sulit dikendalikan. Kamis (24/10/2019)

Pasalnya, ketika dikonfirmasi ke Indra Wahyudi, cendrung inkonsisten dalam penjelasannya. Misalnya, diawal penjelasan menyebutkan tidak ada di Sumenep, meski pada akhirnya mengatakan ada, hanya akan menjadi konsumsi pribadi.

Anggota Aliansi Jurnalis Parlemen (AJP) Sumenep, Hambali Rasyidi mengatakan, narasi media ecek-ecek versi Indra Wahyudi adalah media-media yang keberadaannya tiba-tiba ada, satu minggu ada, satu minggu tidak ada.

"Persoalannya, Majalah Parlemen, sebagai media yang diterbitkan Bagian Humas dan Publikasi DPRD Sumenep, kita belum mengetahui kapan dan setiap apa pula terbitnya, mungkinkah Majalah Parlemen masuk dalam kategori itu (Media ecek-ecek),?, " terang Hambali Rasyidi.

Jurnalis senior Sumenep ini mengatakan, Bagian Humas dan Publikasi DPRD Sumenep penting menjelaskan ke publik soal media Majalah Parlemen. Sebab, terkesan tidak pasti kapan waktu terbit dalam tiap edisi.

Kepala Bagian Humas dan Publikasi DPRD Sumenep, Siswahyudi Bintoro mengatakan, idealisasi penerbitan majalan Parlemen adalah setiap bulan. Namun, memang sering molor.

"Idealnya, terbit setiap bulan. Tetapi, gimana ya, ya sering telat gitu. Tidak mesti setiap bulan terbit," kata Siswahyudi Bintoro ketika dikonfirmasi via telepon selulernya.

Sebelumnya, Status Facebook, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, dari Fraksi Partai Demokrat, menyebutkan media "ecek2" yang cenderung mendiskreditkan dalam setiap pemberitaannya tak akan mengalahkan popularitas dirinya di mata masyarakat. (SR)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.