Minggu, 13 Oktober 2019

Bupati Sumenep, Kuliner Lokal Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

    10/13/2019   No comments

MOKI, Sumenep -  Bupati Sumenep, Madura, Dr A. Busyro Karim membuka secara resmi  Sumenep Heritage Culinary Festival, dan Festival Dalang Remaja dan Direct Promotion Pariwisata Sumenep di Area Taman Bunga Sumenep. Sabtu (12/10/2010) malam.

Dimulainya festival kuliner itu, Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, meracik dan menyajikan kaldu kokot kepada Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Guntur Sakti dan Chef Junior Juna Rorimpandey.

Festival kuliner adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah guna mengangkat kuliner lokal semakin terkenal ke halayak luas, dan juga  sebagai bagian promosi supaya masyarakat luar daerah mengetahui bahwa Kabupaten Sumenep mempunyai kuliner cita rasa yang enak.

“Dengan festival kuliner itu selain promosi juga sebagai pelestarian agar kuliner Sumenep bisa bersaing dengan makanan modern, karena potensi kuliner luar biasa tidak sama dengan makanan lain,” kata Bupati Sumenep Dr A Busyro Karim dalam sambutannya. Sabtu, (12/10) malam.

Menurtnya, Kabupaten Sumenep memiliki potensi kuliner yang luar biasa, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengangkat kuliner lokal agar mampu berdaya saing.

“Potensi kuliner lokal jangan hanya sebatas potensi saja, namun bagaimana potensi itu benar-benar menjadi kekayaan daerah yang memberikan manfaat kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomiannya,” ujarnya.

Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen tidak hanya sebatas melestarikan potensi kuliner lokal, melainkan ingin mengenalkan beragam makanan daerah kepada masyarakat luas baik di Indonesia dan dunia.

“Kuliner lokal yang terkenal hingga ke luar daerah bisa menarik dan memikat wisatawan datang berkunjung ke Kabupaten Sumenep, sehingga banyaknya wisatawan itu mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” tutur Bupati dua periode ini.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Multi Kultural Kementerian Pariwisata RI, Guntur Sakti, mengapresiasi segudang potensi alam yang dimiliki Sumenep.

Pihaknya meyakini, Sumenep akan menjadi daerah yang menjadikan pariwisata sebagai ‘Leading Sector’. Keyakinan itu didasarkan karena Sumenep memiliki potensi wisata alam yang luar biasa.

“Sumenep ini potensinya bagus. Ada creative value dan culture Value. Tinggal menunggu komitmen para pemimpin di sini,” terangnya.

Festival Kuliner Madura dengan aneka menu menu tradisional Sumenep, warisan tempo dulu. Selain bazar kuliner, festival tersebut juga menggelar workshop kuliner bersama cheff Juna.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Tidak sekedar kuliner, tetapi juga memamerkan budaya tradisional seperti topeng dalang. Sumenep akan menyongsong periuk nasi baru yakni dari sektor pariwisata,” imbuhnya.

Pihaknya menyebut, di Jawa Timur sudah ada beberapa kota yang menjadikan pariwisata sebagai ‘leading sector’. Diantaranya Malang dan Banyuwangi.

“Saya optimis, kota berikutnya adalah Sumenep. Kalau pariwisata sudah menjadi leading sector, maka akan ada peningkatan PAD dan indeks kebahagiaan masyarakat,” tandas Guntur.

Rangkaian Festival Kuliner Madura diantaranya memecahkan rekor dunia dengan menyajikan 750 porsi kaldu kokot dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) di Taman Potre Koneng, Workshop Kuliner di Graha Adi Poday, lomba mewarnai tingkat play group dan TK dengan pesrta 250 anak.

Pada festival itu, ada bazar kuliner dengan 68 stand, dengan 55 stand bazar kuliner etnik serta 13 stand produk unggulan dari PKK. (SR)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.