Selasa, 08 Oktober 2019

Kecewa Tidak Lolos Bacakades Ratusan Pendukung Noer Mahenny Kepung Tiga Kantor di Sumenep

    10/08/2019   No comments

MOKI, Sumenep -  Ratusan pendukung Noer Mahenny Bakal calon kades Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengepung tiga instansi Pemkab setempat. Mereka memprotes bakal calon yang didukungnya tidak diloloskan oleh panitia pemilihan Kepala Desa (Pilkades) setempat. Selasa, 8/10/2019.

Bakal calon atas Noer Mahenny tidak diloloskan karena skornya dinilai tidak sampai. Bahkan, di pengalaman pemerintahan mendapatkan skor 0. Padahal, balon perempuan ini pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Aksi ratusan massa ini dimulai dari kantor bupati Sumenep. Mereka melakukan orasi dan mengecam tindakan pemkab dalam mengeluarkan aturan perbup 54/2019. Setelah itu, mereka melanjutkan aksi ke kantor DPMD (Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa). Di tempat ini mereka hanya melintas sambil berorasi.

Massa aksi ini yang notabennya masyarakat melanjutkan aksinya ke kantor DPRD. Massa mengendari mobil pikup dan truk. Di depan kantor DPRD massa melakukan orasi secara bergantian. Namun, tak selang berapa lama, massa aksi langsung diajak bertemu dewan melakukan audensi.

“Kami datang ke sini bersama masyarakat Juruan Laok, untuk menyampaikan orasi kekecewaan atas kebijakan yang dilakukan pemerintah kabupaten Sumenep, yang terindikasi adanya permainan,” teriak korlap aksi, Edi Junaidi dalam orasinya, di depan gedung DPRD Sumenep.

Dalam orasinya, gagalnya bakal calon atas nama Noer Mahenny, dinilai sebagai bentuk ketidak cermatan panitia Pilkades dan pemerintah, yang menghilangkan pemberian skor pengalaman di Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai nilai pengalaman di pemerintahan.

“Ibu Noer Mahenny ini, memiliki pengalaman di kementerian pekerjaan umum, ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kami menduga ada konspirasi, ambisi kepentingan, sehingga mengakibatkan hilangnya hak warga negara yang dijamin oleh undang undang,” jelas Edi.

Tidak lama berorasi, sebagian dari perwakilan masyarakat diminta perwakilan untuk menggelar dengar pendapat bersama anggota DPRD Sumenep, Kepala DPMD Moh. Ramli.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar massa aksi masih tetap bertahan menunggu di depan gedung DPRD, di saat sekitar 25 perwakilan lainnya melakukan diskusi di ruang rapat Bamus.(SR)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.