Selasa, 01 Oktober 2019

Ribuan Mahasiswa Kembali Menyerbu Kantor DPRD NTB Terkait Penolakan RUU KUHP

    10/01/2019   No comments

MOKI, NTB-Ribuan mahasiswa dari berbagai aliansi kembali menyerbu kantor DPRD jalan Udayana NTB dengan membawa atribut lengkap terkait penolakan RUU KUHP. Para mahasiswa pendemo bertemu di satu titik dan berkumpul di depan islamic center (IC) untuk memulai aksinya.30/09/2019.(10:44) WITA.

Para mahasiswa pendemo memulai aksinya di depan islamic center IC, berjalan sambil berteriak dan mengangkat atribut masing-masing terkait penolakan RUU KUHP sampai depan kantor DPRD jalan Udayana NTB

Setelah sampai di depan kantor DPRD NTB jalan Udayana mahasiswa pendemo di jaga ketat aparat kepolisian, dan polwan, para polwan tersebut membawa atribut yang bertulisan intinya pendemo harus tertib, aman dan kondusif dan para pendemo berorasi menyampaikan tuntutan-tuntutan penolkan RUU KUHP

Tidak mengendorkan semangat mereka para mahasiswa pendemo tidak gentar meskipun trik matahari menyengat, namun mereka para pendemo tetap teriak menyuarakan orasi-orasi mereka terkait tuntutannya.

Salah satu dosen universitas Mataram (UNRAM)  Doktor Widodo menyampaikan orasinya di depan kantor DPRD NTB jalan Udayana merasa berbangga dengan mahasiswa yang ikut andil dalam membela hak-hak rakyat, dan doktor Widodo dalam orasinya menyebutkan DPR di akhir jabatannya terburu buru mengesahkan UU pelemahan KPK dan tercatat 255 anggota DPR dan DPRD tertangkap tangan (OTT) dan 130 kepala daerah tertangkap tangan (OTT) oleh KPK.

"Hidup mahasiswa, hidup buruh, hidup petani, saudara saudara mahasiswa saya terharu sekaligus bangga melihat semangat kalian, kalian bangun dengan mata yang bernyala nyala ketika masih banyak orang yang tertidur lelap, dan saya terharu dan saya malu ketika KPK di lemahkan, ketika KPK di matisurikan saya sempat putus asa karena tidak ada yang pertanyakan, tetapi saya sekarang menjadi lega ternyata anak muda mahasiswa selalu menjadi bagian dari bangsa ini. Saudara saudara mahasiswa mengapa KPK di matisurikan mengapa DPR secara terburu-buru di akhir jabatannya padahal RUU KPK tidak termasuk dalam prolegnas 2019, tetapi di akhir jabatannya mereka secara diam-diam menetapkan dan mengesahkan undang-undang pelemahan KPK, mengapa sampai bulan Juni 2019 255 anggota politisi DPR dan DPRD tertangkap tangan (OTT) dan 130 kepala daerah di seluruh Indonesia juga tertangkap tangan (OTT) oleh KPK, jadi itu alasannya Meraka menetapkan undang-undang pelemahan KPK,"tegas dia Doktor Widodo.

Dosen Unram ini pun menyebutkan polisi bukan lawan kami, melainkan aparat penegak hukum ini adalah anak kandung rakyat, Dosen ini pun tidak menginginkan ada kekerasa dan korban seperti demontrasi di Prancis dan Hongkong dan meminta para mahasiswa untuk  tetap tenang dan mengutamakan pendekatan intelektualitas yang terdidik guna menciptakan hal hal yang tidak di inginkan.

"Saya juga sampaikan kepada aparat kepolisian dan TNI kalian bukan lawan kami, polisi dan tentara anak kandung rakyat bukan lawan kami, kalian di gaji dari pajak rakyat, negara ini negara demokratis ingat demonstrasi di Prancis dan Hongkong memakan waktu berbulan-bulan tapi tidak ada satupun mahasiswa melayang nyawanya ,kalo hari ini aparat penegak hukum melakukan kekerasan pada mahasiswa apalagi menimbulkan pengorbanan sebagaimana di Kendari .
Dan saya juga meminta dan memohon pada mahasiswa untuk tetap tenang lebih mengutakan mendekatkan intelektualitas kalian yang terdidik, mohon jaga setiap lini kalo ada penyusup karna gerakan kita adalah gerakan moral yang bernurani kita anti kekerasan, dan kalaupun kami akan masuk itu adalah  rumah rakyat, bukan hanya rumah wakil rakyat,"tutupnya.

Setelah berjam-jam para aliansi pendemo berorasi barulah ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD NTB jalan udayan keluar menemui para mahasiswa pendemo dan meminta perwakilan dari aksi demo untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi tuntutan mereka.

Ketua DPRD NTB jalan Udayana berkomitmen akan melanjutkan  aspirasi-aspirasi tuntutan para mahasiswa pendemo ke Jakarta, dan ketua DPRD NTB meminta masing-masing perwakilan mahasiswa pendemo untuk masuk membicarakan terkait tuntutan-tuntutan mahasiswa

"Hidup mahasiswa, saya berada di tengah adek-adek untuk berkomitmen bahwa apa yang di sampaikan aspirasi Adek-Adek yang tadi akan kami lanjutkan ke Jakarta hari ini juga, hari ini  kami sudah rapat dengan semua praksi, sudah bersepakat menerima apa yang menjadi aspirasi Adek-Adek, dan semua praksi menerima aspirasi Adek-Adek, Adek tulis semua menjadi keinginan Adek dan kami akan bawa dan lanjutkan ke Jakarta, saya sebagai keteua DPRD sementara saat ini menerima masing-masing perwakilan untuk masuk kedalam dan kita bicarakan baik-baik".ujarnya ketua DPRD NTB

Pada pukul 12:19 para mahasiswa pendemo membubarkan diri dan aksi tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. (Ivan)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.