Kamis, 31 Oktober 2019

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep Bernuansa Budaya Lokal

    10/31/2019   No comments

MOKI, Sumenep -  Upacara Hari Jadi  ke-750 Kabupaten Sumenep, Madura tahun 2019, bernuansa budaya lokal dengan menggunakan Bahasa Madura.

Pada upacara itu, mulai dari inspektur dan komandan upacara serta pembawa acara menggunakan Bahasa Madura, termasuk seluruh peserta upacara di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai pakaian bangsawan Sumenep.

“Upacara hari jadi Kabupaten Sumenep bernuansa budaya lokal khususnya Bahasa Madura untuk mengingatkan, bahwa masyarakat mempunyai Bahasa Madura yang perlu dilestarikan agar tidak punah tergerus era apapun,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, seusai menjadi Inspektur Upacara Hari Jadi ke-750 Kabupaten Sumenep di depan Masjid Jamik, Kamis (31/10/2019).

Bupati menyatakan, di era globalisasi, masyarakat harus mempertahankan Bahasa Madura dengan mewariskan kepada generasi muda, karena manakala masyarakat tidak mewariskannya, dampaknya anak- anak tidak tahu dan mengerti bahasa leluhurnya.

“Saat ini, anak-anak Sumenep sudah tidak mengerti Bahasa Madura, contohnya bilangan atau angka bellulekor ban sangemik (angka 28 dan 25) sudah tidak tahu, justru bertanya apa itu artinya bellulekor ban sangemik. Tentu saja, kondisi itu, harus menjadi perhatian dan tugas kita bersama untuk mempertahankan bahasa warisan leluhur Sumenep itu,” imbuh Bupati dua periode ini.

Ia mengungkapkan, orang tua harus mengajarkan Bahasa Madura kepada anak-anaknya dengan menggunakannya sebagai bahasa komunikasi setiap hari, harapannya anak-anak tahu dan mengerti Bahasa Madura, sehingga tidak teralienasi bahasa gaul anak muda saat ini.

“Orang tua yang berkumpul dengan anak-anaknya di rumah, jangan sampai melupakan Bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi dalam kelurganya, supaya anak-anak tahu dan mengerti Bahasa Madura,” tandas Bupati.

Yang jelas, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk melestarikan budaya lokal termasuk Bahasa Madura tetap eksis, salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan kebijakan di sekolah berbahasa Madura setiap hari Selasa.

“Kami juga membutuhkan peran masyarakat untuk mendukung menyukseskan pelestarian Bahasa Madura termasuk budaya lokal lainnya, dengan menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam bermasyarakat," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep selain mewajibkan ASN berbusana bangsawan keraton pada hari jadi Kabupaten Sumenep, juga pada hari-hari tertentu sesuai Peraturan Bupati memakai pakaian batik Sumenep. (SR)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.