Rabu, 06 November 2019

2 Tahun Upah Kerja Bangunan Tidak Dibayar, Satu Unit Ruang RKB SD Negeri 135 Halsel Manggrak

    11/06/2019   No comments

MOKI, Halsel-Pembangunan satu unit ruang kelas baru (RKB) Sekolah Dasar Negeri 135 (SD N 135) Halsel Desa Sawangakar Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan sejak tahun 2017 lalu manggrak, pembangunan tersebut dibiarkan terbengkalai sampai saat ini. Pembangunan (RKB), yang dikerjakan pada bulan puasa ini, terhitung selama satu bulan lebih proses pekerjaan, namun belum selesai Pasalnya, keterlambatan bahan material (Material Tokoh) dan panjar upah kerja susah diberikan oleh petender pembangunan RKB tersebut.

Dari hasil pantauan wartawan kabar-investigasi.com di lokasih salah satunya pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang dibangun sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini belum selesai, dikarenakan terlihat kondisi bangunan  seperti timbunan dalam dan luar bangunan belum terisi full  dan juga pintu, jendela, dan plafon belum terpasang sampai saat ini. Kemudian terlihat atap bagian ujung belakang belum tertutup seutuhnya.

Iswan Dasri saat ditemui wartawan media ini dirinya mengatakan bahwa bangunan ini sudah lama, sejak tahun 2017 sampe saat ini belum dilanjutkan. “Ini sudah cukup lama, “kata Iswan Dasri selaku bass atau tukang kerja bangunan yang tak kunjung selesai itu, saat dikonfirmasi Selasa 06/11 kemarin.

"Sekolah itu torang kerja di tahun 2017 dan torang kerjakan waktu bulan puasa, selain saya sebagai bas atau tukang kerja, ada saya punya pekerja buruh yang lain, dorang itu yang angkat bahan material lokal (pasir dan timbunan lainnya. Dan ini ada yang panjar ada yang belum panjar sama sekali,"ungkapnya

Lanjutnya, pada waktu itu kontraktor sebutnya (Ridwan) sempat mau berikan upah kerja kami setengah dari total jumlah upah Rp.25.000.000. Namun saya mengatakan  bahwa, sistem kerja kami ketika dibayar harus sesuai dengan volume kerja yang sudah kita kerjakan dan sampai sekarang ini upah yang baru di berikan Rp.5.000.000, belum lagi upah buruh pengangkut semen dan material toko lainnya itu belun di bayar sekitar Rp.3.Juta lebih, "bebernya.

Iswan juga mengaku pekerjaan manggrak karena kehabisan bahan," pada waktu itu torang kehabisan bahan material hingga pekerjaan jadi mandet, tapi pada saat kita berikan info terkait kehabisan bahan ke  kontraktor Itu (Ridwan) sudah tidak lagi merespon bahkan sampai saat ini belum ada tanggapan dari dorang (kontraktor maupun pihak terkait "akunya

Sementara itu, Gafur Abubakar salah satu pekerja pengangkut timbunan bangunan itu, mengaku baru menerima Rp.500.000, dari total upah kerja Rp.5.000.000, dan sampai saat ini sisah upah belum lagi terbayar upah  kerjanya.

"Perjanjian  kerja itu sistem borongan, tapi beberapa waktu lalu saat torang masih kerja angkat timbunan, kontraktor datang kasih panjar hanya Rp.500.000 dan saya bilang kalo uang Rp.500 ribu itu tidak usah saya punya juga ada "ucap lelaki puru bayah itu dengan wajah lesuh.

Padahal timbunan lanjutnya, "yang torang angkat itu sudah hampir penuh karena sudah 15 kubik yang torang tutup sekolah punya ruangan, namun sampai sekarang torang tidak lanjut kerja karena kehabisan ongkos dan, petugas yang tender bangunan ini juga  sampai sekarang tidak pernah datang untuk lihat sehingga torang punya upah juga belum dibayar, "terang gafur saat ditemuai dirumahnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini, tunggakan kesepakatan upah kerja bangunan Rp.25.000.000, yang sudah dipanjar Rp.5.000.000, selain itu, jumlah keseluruhan dari total anggran tunggakan (Hutang) ongkos buruh serta pengangkut bahan material dan pekerja lainnya yang belum terbayar sampai saat ini totalnya Rp.33.170.000. Diketahui pembangunan ruang kelas baru (RKB) sejak tahun 2017 itu,bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Dan pekerja bangunan tersebut berjumlah enam (6) orang.

Mirisnya dari total tunggakan (hutang) Rp.33.170.000 belum dibayar ini para pekerja tidak tau kemana kontraktornya dan anehnya pihak terkait dalam hal ini, "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel tidak ada gerakan guna menyelesaikan bangunan yang sementara manggrak dikerjakan juga penyelesaian tunggakan (hutang) yang belum terbayar.

Terpisah Sekertaris dinas pendidikan dan kebudayaan Umar Iskandar alam saat dikonfiramasi via whatssap mengatakan,"Anggarannya Baru Cair 30%."singkatnya.(Adhy)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.