Kamis, 07 November 2019

Laksanakan Tuntutan Akreditasi A, FH/Fakum Unkhair Ternate Terapkan Sistem Plagiat

    11/07/2019   No comments

MOKI, Ternate-Maluku Utara (MALUT) Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate, kini telah menerapkan sistem plagiat untuk pertama kalinya pada tahun 2019. Sebagai upaya melaksanakan tuntutan akreditasi A yang kini telah dicapai.

Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate, Dr. Rusdin Alauddin  saat ditemui wartawan media kabarinvestigasi.com di ruangannya, menyampaikan bahwa di tahun 2019 Fakultas Hukum telah menerapkan sistem plagiat dalam rangka melaksanakan tuntutan akreditasi A. Olehnya itu, mutu mahasiswa perlu ditingkatkan mulai dari  penulisan proposal hingga skripsi harus bebas dari plagiat, maka dari itu sistem ini diterapkan. "Cetusnya.

Lanjut Dr. Rusdin Alauddin, sofer plagiat yang dimiliki Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate saat ini dikelolah oleh bagian Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Hukum. Di UPM semua proposal dan skripsi sebelum masuk pada hasil harus dicek terlebih dahulu di sistem plagiat. Sehingga diharapkan proposal dan skripsi yang dihasilkan mahasiswa itu betul-betul murni dari mahasiswa. Tuturnya.

Ketua Unit Penjaminan Mutu Faisal pun membenarkan, bahwa pada tahun 2019 Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate telah menerapkan sistem plagiat. Tapi menurutnya sofer sistem plagiat yang dimiliki Fakultas Hukum saat ini adalah sofer checker bukan sofer turnitin yang biasa dipakai Dikti maupun universitas-universitas besar lainya seperti UI dan UGM. Sebab sofer turnitin lebih detail dalam proses pemeriksaan ketimbang sofer checker.

"Cara kerja sistem plagiat ini. Sofernya harus terhubung dengan jaringan internet, agar aplikasi itu bisa membaca semua tulisan-tulisan yang telah dipublikasi. Jika ada kemiripan di dalam kalimat atau paragraf yang terdapat di proposal maupun skripsi mahasiswa, akan terbaca dengan kode berwarna kuning. Jika telah terindikasi plagiat di atas 30%, maka mahasiswa bersangkutan perlu merubanya. Namun jika plagiatnya di bawah 30% masih diberi toleransi, sebab di dalam penulisan proposal maupun skripsi terdapat pasal-pasal dan teori , "Ucap Faisal.

Lebih jauh, Faisal menambahkan, bahwa  sistem plagiat ini masih difokuskan pada proposal, skripsi dan hasil penelitian dosen dalam bentuk jurnal maupun dalam bentuk pengabdian, agar bebas dari plagiat. Harapannya jika kedepan sistem ini lebih baik, kita akan menerapkan hingga pada tugas-tugas mahasiswa.

"Fakultas Hukum perluh penambahan kuota internet, supaya aplikasi plagiat dapat bekerja dengan lebih cepat. Sehingga proses pemeriksaan hasil penelitian mahasiswa maupun dosen tidak memakan waktu yang lama. Tutupnya, (Andi).

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.