Rabu, 27 November 2019

Pulau Bunta Aceh Besar Perlu Perhatian Pemerintah

    11/27/2019   No comments

Camat Pekan Bada ketika ditemui Wapemred MOKI
MOKI, Aceh Besar-Pentingnya Sarana dan Prasarana di Gampong Pulau Bunta agar Penduduk setempat dapat kembali berdomisili di Pulau Bunta dengan pendapatan yang lebih layak. Demikian dikatakan oleh Camat Pekan Bada Kabupaten Aceh Besar Mustafa  kepada MOKI ketika ditemui saat kunjungannya ke Pulau Bunta baru baru ini.

Dikatakannya, Gampong Pulau Bunta merupakan salah satu Desa yang berada di ni kawasan Kecamatan Pekan Bada dan letaknya diantara kawasan Pulo Aceh dan Arus Besar serta Lo'ngah dan Ujung Pancu adalah sebuah pulau yang berpotensi wisata dan dapat menjadi andalan bagi Aceh Besar dalam menambah PAD bila digalakkan sebagai mana mestinya.   

"Harapan saya Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kabupaten dapat melirik potensi yang ada untuk melakukan satu terobosan dalam memajukan wisata serta dapat menambah pendapatan penduduk setempat yang selama ini sangatlah minim,"ujar Mustafa Sulaiman.     

Lebih lanjut Mustafa juga mengatakan, menghindari terjadinya Desa Fiktif dikarenakan ketiadaan penduduk yang berdomisili di Pulau Bunta diharapkan perhatian Pemerintah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dengan cara pemberantasan hama babi yang telah merajalela puluhan tahun terakhir sehingga usaha penduduk bercocok tanam terganggu.             

Demikian juga usaha nelayan setempat terganggu dengan adanya pengeboman ikan oleh beberapa nelayan yang tidak pernah terusik oleh aparat hukum, tukas  Camat Pekan Bada.     

Mustafa juga menjelaskan, saya bertugas di Pulau sudah cukup lama dan pernah menjadi Keuchik Gampong Rinon Pulau Breueh  dan bertugas sebagai Kasi PMD Kecamatan Pulau Aceh dan berugas disana selama 27 tahun.           

"Oleh karena itu saya banyak mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat pulau yang serba minim pendapatnya. Kalau tidak ada keseriusan Pemerintah untuk melakukan penambahan pendapatan masyarakat maka musykil penduduk pulau Bunta kembali mendiami rumah mereka yang telah lama ditinggalkan,"ujarnya. 

Kondisi pulau selama ini yang berstatus Gampong (desa) telah puluhan tahun hanya pada statusnya saja, sementara untuk Kantor Keuchik, Puskesmas, Sekolah dan prasarana lainnya tidak pernah ada.    Bagaimana masyarakat setempat dapat betah berdiam di pula kalau fasilitas semua itu tidak ada. 

"Sementara di pulau lainnya seperti kepulauan Aceh (pulau Nasi dan pulau Breueh) kesemuanya ada.  Namun demikian kondisi tersebut tidak dimanfaatkan oleh para Guru yang bertugas di pulau Breueh dengan baik,  banyak para Guru yang tidak hadir mengajar para murid disana,"jelas Mustafa.

"Melihat kondisi yang serba kontradiksi, diharapkan Pemerintah serius menanggapi permasalahan ini. Kalau di pulau bunta masyarakat tidak dapat beraktivitas dikarenakan sarana dan prasarana tidak makanya tidak berdomisili, namun di pulau Breueh sarana dan prasarana mendukun namun petugas negara yang jarang hadir,"pungkas Mustafa Sulaiman. (Tiopan AP)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.