Minggu, 24 November 2019

Sambut Hari Anti Kekerasan Perempuan, Kopri PMII Malut Gelar Diskusi

    11/24/2019   No comments

MOKI, TERNATE - Dalam rangka menyambut hari anti kekerasan seksual yang jatuh pada tanggal 25 november 2019, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Maluku Utara (Malut), menggelar diskusi yang bertajuk 'Kekerasan Perempuan Dalam Mitos dan Fakta,' bertempat di sekretariat PMII Kota Ternate, Maluku Utara. Minggu (24/11/2019) malam.

Ketua Kopri PMII Maluku Utara, Wahida Abdurrahim menyebut, tema tersebut di ambil mengingat ada nenerapa kasus yang terjadi di seluruh indonesia yang menimpa kaum perempuan.

"Misalnya kasus kekerasan seksual, kemudian KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kemudian kasus kekerasan pada perempuan dan anak dan lain sebagainya. apalagi misalnya human trafficking misalnya penjualan manusia yang paling banyak mengalami itu perempuan," ungkap Wahida.

"Kami mencoba untuk mampu melahirkan satu rekomendasi agar gerakan ini bisa berkelanjutan, jadi kita coba saat ini melirik mitos-mitos yang yang mencoba untuk menstimulasi perempuan," imbuh Wahida, seraya menyebut, kenapa nggak penangkapan perempuan yang di anggapan umum beranggapan bahwa perempuan itu lumbung dosa.

Wahida bilang, pihaknya mencoba mengangkat dari akar permasalahan, sehingga dari akar permasalahan inilah pihaknya mampu berkata bahwa ternyata kasus-kasus yang terjadi yang sampai sekarang sudah jelas bahwa ternyata itu di mulai dari budaya patriarki.

"Budaya pati arti itulah kemudian melahirkan sebuah sistem yang berupaya atau sengaja dipelihara untuk men diskriminasi perempuan," ujarnya.

Dirinya berharap bahwa setelah diskusi ini, kapasitas intelektual kaders Kopri PMII se-Malut benar-benar memahami bahwa siapa kita, bagaimana sejarah kita, dengan belajar sejarah ketertindas kaum perempuan, alur perjalanan kaum perempuan sampai sekarang ini.

"Nah, dari hasil belajar itulah kita bisa memahami betul ternyata seperti inilah kita, bagaimana sejarah kita, makanya diskusi ini penting dilakukan untuk kader-kader kopri PMII sebagai perempuan pergerakan, lalu kemudian melakukan evaluasi sehingga kita mampu melahirkan satu gerakan baru," demikian harapan Wahida. (red)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.