Jumat, 22 November 2019

Sebagian Rastra Desa Sangan Kalo Lenyap di Tangan Pemdes 2014-2019

    11/22/2019   No comments

MOKI, Manggarai Timur-Kepala Desa  Sangan Kalo periode 2014 s/d 2019, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur dicurigai telah menggelapkan Beras Sejahtera (Rastra) dengan total beras yang harus diterima oleh masyarakat pada Dusun Dopak Kodal Raong Tahun 2019 berjumlah 5010 Kg. Dengan total pemanfaat untuk satu Dusun tersebut sebanyak 167 Kepala Keluarga dengan jatah pembagian Tahap II per Kepala Keluarga sebanyak 30 Kg.

Penjabat Kepala Desa Dangan Kalo, Bapak Dalis Stanis membenarkan bahwa memang ada 167 Warga Dusun Dopak Kodal Raong belum menerima Rastra untuk pencairan Tahap II. Dari 254 Kepala Keluarga wajib Rastra dengan pembagian 10 Kg perbulan untuk 1 Tahun Anggaran, sehingga total Rastra sebanyak 30,480 Kg. Dari jumlah wajib rastra tersebut di atas, di Desa Sangan Kalo masih ada 246 Kepala Keluarga miskin yang selayaknya penerima Rastra tetapi mereka tidak terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat Rastra.  Untuk itu, Pemerintah Desa periode 2014-2019 membuat Kebijakan di tingkat Desa dimana dari total 30,480 untuk dibagikan juga kepada 246 Kepala Keluarga, sehingga total untuk Satu Tahun Anggaran dengan total 500 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan jatah Rastra per KK berjumlah 60,96 Kg. Terkait dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Desa periode 2014-2019 membuat pungutan uang per KK senilai Rp. 10,000,- untuk 500 KK dalam satu Tahun Anggaran.

Terkait dengan masalah Rastra tersebut, untuk tiga Dusun lainnya sudah direalisasikan sejak bulan Agustus 2019 lalu. Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyakarat Dusun Dopak Kodal Raong yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Media ini (Sabtu, 09/11/2019).

Pihak masyarakat dari dusun Dopak Kodal Raong sudah melakukan pendekatan kepada pihak BPD dan meminta BPD segera mendesak mantan Kepala Desa periode 2014/2019 agar segera mempertanggung-jawabkan keberadaan Rastra tersebut.

"Kami telah menghadap BPD untuk segera meminta pertanggungjawaban Kepala Desa terkait dengan Rastra tersebut, karena hanya Dusun kami yang belum dibagikan Rastra untuk pencairan terakhir bulan agustus 2019 lalu", tutur sala seorang warga Dusun tersebut.

Menurut pengakuan BPD yang disampaikan melalui Ketua RT Dopak bahwa hal tersebut sudah diminta pertanggungjawaban mantan Kepala Desa Paulina Nawun dan menyatakan bahwa beras akan dicairkan.

"Ibu Paulina Nawun sudah berjanji bahwa beras akan dicairkan dalam pekan ini, dan apabila tidak direalisasikan maka silakan masyarakat melapor kepada pihak ketiga", kata Ketua RT Dopak yang mengutip penuturan Ketua BPD Desa Sangan Kalo.

Menurut Anggota BPD bahwa pihaknya telah komunikasikan melalui telepon seluler kepada pihak Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sosial. Dan respon dari Dinas Sosial bahwa semua beras di Dolog untuk Tahun 2019 sudah direalisasikan pada bulan Agustus 2019.

"Beras sudah dibagikan ke semua Desa sesuai jumlah pemanfaat disetiap Desa untuk Tahun 2019", kata anggota BPD mengutip pernyataan dari Dinas terkait.  Sementara itu, via telpon seluler kepada Staf KSTK (Kantor Sosial Tingkat Kecamatan) Elar Selatan, Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau disingkat Perum Bulog Ruteng mengakui bahwa beras sudah selesai didistribusikan ke setiap Desa.

Staf KSTK Elar Selatan mengakui bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam pembagian Rastra tersebut. Padahal sebelumnya sudah diingatkan kepada Kepala Desa periode 2014/2019 agar diinformasikan untuk melakukan proses pendampingan pada sa'at Rastra dibagikan kepada sasaran penerima manfaat.

Terkait dengan persoalan ini,  masyarakat melalui pernyataan sikapnya yang ditujukan kepada BPD Desa Sangan Kalo menyatakan bahwa apabila Rastra tidak dibagikan dalam Tahun Anggaran 2019, maka akan melaporkan persoalan tersebut kepada yang berwewenang melalui jalur hukum. (Max Ponda)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.