Minggu, 03 November 2019

Tarian Soya-Soya Sebagai Pengusir Penjajah di Zaman Portugis

    11/03/2019   No comments

MOKI, MALUT-Tarian Soya-Soya Adalah Salah Satu Tarian Tradisional, Tarian Ini Merupakan Tarian Perang Yang Berasal Dari Mauluku Utara, Namanya Tari Soya-Soya, Tarian Soya-Soya ini berasal dari Kayoa, Maluku Utara. Tarian ini biasanya dibawakan dari parah penari pria dengan berpakaian prajurit Kesultanan pada jaman dahulu kalah, dengan nenggunakan perisai serta ngana-ngana sebagai alat atau perlengkapan penari, dari oerjalanan sejarah tarian soya-soya ini digunakan untuk mengobarkan semangat parah prajurit-prajurit saat penyerbuan di kesultanan Ternate  ke Benteng Nostra Senora Del Resario (Benteng Kastela), salah satunya dikuasai oleh bangsa Portugis.

Dari sedikit pengantar yang telah diuraikan, naka sedikit untuk peminat mengungkapkan apa yang dirasakan bahwa, saat ini Tarian Soya-Soya adalah tarian yang telah didahului parah pendahulu kita. Tarian soya-soya ini merupakan alat pengusir parah penjajah dimasa silam yang lalu, tarian ini juga salah satunya tombak pada masa saat itu. Ketika Maluku Utara masih dalam keadaan belum membaik karena masih ada perebutan tahta antara nangsa Portugis. Sehingga tarian inilah sangatlah bermakna dikarenakan mempunyai nilai lebih bahkan sampai sekarang. Setelah Maluku Utara keluar dari koridor pada saat Itu, tarinan ini masa saja tetap berdirih kokoh dan tidak pernah goyah hanya saja generasi kita masih terlalu merasa asing dalam mempelajari hal tersebut, bahkan mereka lebih banyak melihat dan mempelajari tarian moderen ketimbang tarian yang berasal dari parah Nenek Moyang kita. Parah leluhur kita secara kolektivitas adalah budaya adat seatorang yang berada di Maluku Utara. Kita selaku generasi penerus yang diperhadapkan dengan berbagai macam zaman modern ini yang penuh dengan tantangan layaknya mencoba untuk melengserkan budaya kita agar kita selalu tergiur hingga diresapi dan ditirukan, maka dengna kondisi kekinian semacam ini, sudah seharusnya kita lebih mampu membaca dan memperbiasakan diri untuk melihat kembali ciri khas maupun budaya kita agar kita tidak goyah dan lupa terhadap apa yang telah didahului parah pejuang kita.

Hingga samapi pada fase dewasa ini, Tarian Soya-Soya sudah dijadikan sebagai penjemut tamu dalam Agenda-agnda Open Ceremony (OC). Akan tetapi ini tidak sekedar dilakukan sebagai agenda open ceremony begitu saja, tapi perlu melestarikan hingga terus dikembangkan sampai pada tingkat Internasional kalau tarian Maluku Utara masi kental mempertahankan Budaya-budaya yang ada sejak dahulu, Tarian ini juga masi selaluh utuh dan tidak pernah pudar bahkan dilupakan begitu saja. Selaku generasi yang berada di mana saja. Peminat merasa bangga jika tarian ini selalu diutamakan dan dikembangkan dalam Agenda-agenda lokal, Nasional, bahkan Internasional kiranya tarian ini selalu diutamakan ketimbang tarian lain. Karna tarian ini sangatlah bernilai bahkan sejarah pun bercerita soal hadirnya tarian ini yang pertama kali muncul dari salah satu kecamatan Kayoa Maluku Utara, sampai hari ini telah dikenal di seluruh kalangan orang tua, Anak Muda, dan masyarakat pada umumnya hingga ke tingkat Negara internasional pada umumnya.
Ini aadalah peradaban yang  masi saja dalam kultularitas yang nasi dipertahankan dan nasi memiliki Nilai-nilai etis bahkan, Nilai-Nilai Spiritual dalam menjaga nama baik dan budaya Adat Se Atorang yang tidak bisa dilupakan begitu saja, walaupun perkembangan jaman selalu bergantian padahal, Tarian ini garusnya selalu dijaga oleh anak muda bahkan orang tua bahkan nilai Moralitas Peradaban haruslah koko dan tatap dilestarikan.

Salah satu kebanggaan besar ketika tarian ini selalu menjadi Pion dalam Agenda-agenda besar. Karna tarian ini mampu menggoreskan sejarah pada masa Itu (lampuau),  Bahkan nilai Etika maupuun Estetika masih saja dikenang dan dipelajari.

Harapan saya juga yang punya Legitimasi Full dalam Dinas Kebudayaan tetap melihat hal ini dan tetap dijaga karena, Telah jelas dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tengtang (Pemujaan Kebudayaan), Pemujaan kebudayaan upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia ditengah peradaban Dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Singkat pendapat, "saya Yasin A Bangsa bersama teman-teman  penari dari Kelompok Kajian Vegetasi (KKV), sangat berterima kasi atas kerja samanya sehingga kami di panggil untuk tampil pada acara seminar internasioanl,"katanya. (Adhy)

Iklan-Devis
Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Media Online Kabar Investigasi. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.