Minggu, 29 Desember 2019

Tak Layak Konsumsi, Warga Desa Pinggir Papas Kembalikan Beras BPNT

    12/29/2019   No comments

MOKI, Sumenep - Sungguh sangat ironis Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kualitasnya sangat  jelek. Minggu, 29/12/2019.

Bahkan, sejumlah warga telah mengembalikan beras tersebut karena dianggap tidak layak konsumsi dan tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, beras yang didistribusikan pada Kamis (26/12) dari program BPNT melalui Bulog tersebut bau apek, berkapang, warna kekuningan.

“Iya dikembalikan mas, masak kita mau makan beras begituan. Ada ulatnya, ada kapangnya, apek, pokoknya tak layak lah,” kata Sholeh warga setempat.

Sholeh selaku penerima manfaat merasa keberatan dan kecewa. Sebab, dengan uang 110 ribu masyarakat diberi beras dengan kualitas jelek.

“Beras yang dikasih ke masyarakat jelek, harganya 32.500 per gantang, harusnya putih kalau harga segitu,” terangnya.

“Saya minta yang layak dikonsumsi seperti yang dimakan setiap harinya. Saya khawatir berasnya berpenyakit kalau tidak dikembalikan,” harapnya.

Edi Susanto salah satu anggota BPD tidak menampik akan hal itu. Bahkan, setelah ada keluhan dari warganya, dia langsung kroscek ke tempat pendistribusian dan ke sejumlah rumah warga.

“Setelah saya turun ke masyarakat ternyata memang benar bahwa beras tersebut memang kurang layak, sesuai dengan apa yang disampaikan masyarakat,” terang Edi yang akrab disapa.

Dikhawatirkannya, lanjut Edi, kalau misalkan beras ini tetap saja seperti halnya beras Bulog kemarin, masyarakat tidak akan mengkonsumsi dan akan dijual lagi.

“Faktanya memang seperti itu, ada sebagian masyarakat yang berinisiatif menjual lagi karena memang tidak layak. Jadi mereka beli dengan harga segitu, kemudian dijual lagi dengan harga separuh,” jelas dia.

Maka dari itu, dia berharap kepada pemerintah, kedepannya kualitas betul-betul dijaga agar masyarakat bisa juga menikmati beras yang layak konsumsi.

“Kami harapkan pemerintah betul-betul memperhatikan apa yang menjadi kepentingan masyarakat, karena bagaimanapun masyarakat juga berhak untuk menikmati beras yang pada umumnya mereka konsumsi setiap hari,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mendapatkan keterangan dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. (SR)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.