Senin, 17 Februari 2020

Aksi Gabungan KPR (Kesatuan Perjuangan Rakyat) dan BMI (Barisan Masyarakat Indonesia) di kantor BPN NTB

    2/17/2020   No comments

MOKI, NTB-Pada hari senin tanggal 17/02/2020 pukul 09.50 wita di kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) wilayah NTB Jl. Pendidikan No. 4 Kota Mataram telah berlangsung aksi unjuk rasa gabungan dari KPR (Kesatuan Perjuangan Rakyat), dan BMI (Barisan Masyarakat Indonesia) terkait kejelasan sertifikat untuk warga pondok perasi, berjumlah 75 orang.

Selaku koorlap Dayat menyampaikan Tuntutan sebagai berikut,"Berikan tanah untuk rakyat,Tolak RUU omnibuslaw, Berikan jaminan kesehatan dan jaminan pendidikan untuk anak-anak warga Pondok perasi, Berikan ganti rugi korban penggusuran RT 08 pondok perasi",tangkasnya.

Pamflet yang bertuliskan, Keadilan untuk rakyat, penguasaan tanah oleh rakyat harga mati, berikan kepastian hak atas tanah untuk warga pondok perasi, didesa ditindas di kota ditindas dimana mana rakyat ditindas.

Adapum Rangkaian kegiatan sebagai berikut, Pukul 09.50 wita masa aksi tiba di kantor BPN NTB dilanjutkan dengan orasi.
Melalui putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1638 K/Pdt/2010. Lalu ancaman penggusuran rumah warga di tahun 2014 dan berlanjut di tahun 2016 hingga saat ini Januari 2020, rumah warga RT 08 Pondok perasi Ampenan sudah rata dengan tanah, beberapa upaya yang dilakukan sebelumnya oleh warga Pondok untuk mencegah terjadinya penggusuran dan melibatkan tempat Mataram yang menawarkan solusi dengan membentuk tim khusus dalam bernegosiasi dengan pemilik tanah namun tetap gagal, Warga RT 08 Pondok perasi membaca bahwa putusan Ma cacat hukum Bagaimana tidak beberapa kali warga Pondok perasi dinyatakan menang oleh pihak Pengadilan Tinggi Mataram namun pihak pemilik tanah menaikkan kasus ke tingkat MA dan dinyatakan menang tanpa sepengetahuan warga Pondok perasi.

Berdasarkan rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kota Mataram menjadikan beberapa wilayah kawasan strategis bidang pariwisata dalam pembangunan yang akan menjadikan wilayah tepian air salah satu Kelurahan Bintaro yang meliputi lingkungan Pondok perasi sebagai kawasan wisata buatan.

Pemkot Mataram memang tidak ada itikad baik untuk membela warga dalam melawan penggusuran rumah warga RT 08 pondok perasi,Hal ini yang wajar pula Ketika dugaan bahwa Pemkot Mataram menggunakan personal Ratna Sari Dewi sebagai individu pemilik tanah dalam proses penggusuran warga RT 08 Pondok perasi.

Bagaimana tidak Hal ini sangat jelas bahwa dengan adanya penggusuran ini maka akan mempermudah proses RPJMD kota Mataram walaupun di sisi lain akan merampas hak rakyatnya, Pukul 10.12 wita Perwakilan masa aksi berjumlah 6 orang a.n Sdr.Abdulla, Idham khalid, Kaharudin abas, Rusmiadi, Muksin, Medi diterima oleh Bpk abdul rasyid kepala seksi penanganan sengketa BPN NTB. Penyampean Abdulllah (warga Pondok perasi) yang kami pertanyakan kenapa BPN kota dan NTB tidak tau permasalah tanah yg terjadi di pondok perasi, Penerbitan sertifikat harus berdasarkan wilayah tempat berdomisili,

Penyampaian Kaharudin abas, Kami pertanyakan gmna nasib warga pondok perasi yang di gusur/haknya di rampas, Penggusuran ini tdk terjadi di RT 08 saja melainkan nntinya akan merembet ke Rt lain, BPN dan Pihak terkait harus bertanggung jawab atas penggusuran rumah warga pondok perasi, Sudah sejauh mana BPN kota melaksanakan peninjauan sertifikat yang di terbitkan tersebut.

Penyampaian Idham, Kami sangat sayangkan kenapa BPN tidak tau permasalahan yang terjadi di wilayahnya, Terkait status tanah yang ada di Pondok perasi harus di perjelas, Terkait sertifikat yang di terbitkan oleh pihak terkait kami dari warga minta kepada BPN tuntuk di cek kembali/di blokir.

Penyampaian Abdul Rasyid, Kami sudah mencatat apa yang menjadi aspirasi sdari perwakilan masa aksi dan akan kami sampaiakn kepada pimpinan, dan bukan kapasitas kami untuk menyampaikan argumen dan tanggapan karena siang ini para pimpinan kami akan ke bima, insyallah akan ada jawaban terkait aspirasi dari masa aksi, Pukul 10.45 wita aksi selesai dengan tertib dan aman. (Ivan)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.