Sabtu, 15 Februari 2020

Mediasi Terkait Penyetopan Karyawan PLTU Jeranjang di Simpang Empat Desa Karang Bongkot

    2/15/2020   No comments

MOKI, NTB-Pada hari Sabtu tanggal 15/02/2020, sekitar pukul 10. 30 WITA, Telah berlangsung mediasi terkait dengan Penyetopan Karyawan PLTU Jeranjang di Simpang Empat Desa Karang Bongkot tepatnya di depan Masjid Arrau Furrahim yang terjadi pada hari Jumat tanggal 14/02/2020 sekitar pukul 17. 30 WITA.

Penyetopan tersebut dilakukan oleh beberapa pemuda dari Desa Perampuan dan Desa Karang Bongkot karena kecewa diputus kontraknya oleh PT. Barat PLTU Jeranjang.

Mediasi berlangsung di Kantor Desa Perampuan yang dihadiri oleh Kepala Desa Perampuan, Kepala Desa Karang Bongkot, Manager PT. Indonesia Power PLTU Jeranjang Melki, Manager PT. CUMP PLTU Jeranjang Dani, Kapolsek Labuapi Iptu Jahyadi Sibawaih, Kanit Intel Polsek Labuapi Ipda Otto Edward, Mantan Karyawan ( Security ) PT. Barata yang diputus kontraknya yakni,Dari Desa Karang Bongkot atas nama masing masing,Suhaeli, Muhamad Jaelani, Herman. Berikutnya Dari Desa Perampuan atas nama Tawakal, Sapowan, Yusuf dan Berry.

Adapun penyetopan Karyawan PLTU dilakukan oleh beberapa pemuda dari Desa Karang Bongkot dan dari Desa Perampuan yang dulunya sebagai karyawan ( Security ) PT. Barata PLTU Jeranjang,  yang mana perekrutan atau penerimaan sebagai security dari tahun 2012 dan saat ini sudah diputus kontraknya oleh PT. Barata PLTU Jeranjang. Pemutusan kontrak tersebut berlaku secara bertahap yang berlangsung dari tahun 2018 sampai tahun 2020 khusus untuk Karyawan / security PT. Barata yang berasal dari Desa Perampuan dan Desa Karang Bongkot.

Kepala Desa Karang Bongkot dan Kepala Desa Perampuan merasa kecewa terhadap pemutusan kontrak warganya oleh pihak PT. Barata secara sepihak, dan mengutamakan warga dari Desa Taman Ayu sebagai Karyawan di PLTU Jeranjang.

Ketrangan Kepala Desa Karang Bongkot dan Kepala Desa Perampuan kembali menjelaskan bahwa tidak merasa keberatan,"Desa Taman Ayu di prioritaskan atau diutamakan sebagai karyawan,  tetapi warga kami juga perlu pekerjaan walaupun penerimaannya karyawannya lebih sedikit dari Desa Taman Ayu, dan terakhir memohon kepada pihak PLTU Jeranjang untuk menerima kembali karyawan yang diputus kontraknya walaupun tidak semua,"ujarnya.

Penjelasan dari Manager PT. Indonesia Power Sdr. Melki dan Manager PT. CUMP PLTU Jeranjang Dani," Kami berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut, dan akan berkoordinasi kepada pihal PT. Barata serta pihak Kepala Desa Taman Ayu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, dan kembali menjelaskan akan mempertemukan semua pihak diantaranya Kepala Desa Perampuan, Kepala Desa Karang Bongkot, dan PT. Barata untuk mencari jalan keluar terhadap tuntutan karyawan yang diputus kontraknya secepatnya,"ujar Melky.

Berikutnya Penekanan dari Kapolsek Labuapi,"agar permasalahan ini jangan sampai berkembang,  permasalahan tersebut harus segera dicarikan solusi agar kedua belah pihak tidak ada dirugikan, terakhir semoga aksi penyetopan yang telah terjadi tidak terulang kembali,"tandasnya.

Pertemuan tersebut berakhir pada pukul 11. 30 wita, berjalan dengan lancar aman dan damai (ivan/red)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.