Rabu, 11 Maret 2020

Ini Empat Program Unggulan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep ditahun 2020

    3/11/2020   No comments

MOKI, Sumenep - Dalam peningkatan Populasi hewan tahun 2020 Dinas Ketahanan Pangan dan peternakan mempunyai empat program unggulan.

pernyataan itu di sampaikan Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Ir. Bambang Heriyanto. Rabu, 11/3/2020.

Empat program prioritas unggulan tersebut menurut Bambang meliputi, peningkatan populasi sapi potong.

“Mengingat semakin meningkatnya populasi sapi potong di Kabupaten Sumenep, (terbesar se Jatim) sampai mencapai 367.382 ekor maka diperlukan Ran sapi, dengan membentuk Ran Sapi sehingga bisa meningkatkan sumber bibit ternak,” ungkapnya.

Tujuannya, kata Bambang, untuk mempertahankan species sapi Madura, sehingga populasi asli sapi Madura diharapkan semakin meningkat, seiring peningkatan permintaan daging sapi Madura, yang rencananya lokasinya di wilayah Kecamatan Pasongsongan.

Selain itu, mengingat Sumenep mempunyai species Domba Sapudi yang di akui oleh WHO (World Health Organization,) sekarang berjumlah 38.342 ekor, sangat diperlukan dibangunnya Ran Domba Sapudi.

“Untuk meningkatkan Domba Sapudi dari 38.342 ekor menjadi lebih banyak lagi maka, diperlukan bangunan Ran Domba ekor gemuk Sapudi,” tegasnya.

Bambang, menegaskan pula bahwa, Kabupaten Sumenep mempunyai species Kerbau yang sangat langka, yaitu Kerbau merah yang ada di kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Madura.

“Species Kerbau merah se Indonesia, keberadaannya hanya di kepulauan Kangean namun populasinya sangat terbatas maka, perlu dilestariak,” tegasnya pula.

Sehingga, untuk mempertahankan species tersebut kami melakukan kerjasama dengan BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Singosari Malang. Sehingga menjadi Plama Notfah kerbau merah.

Prioritas ke empat adalah, meningkatkan kualitas kesehatan sapi Madura maka Dinas Kerahanan Pangan dan Peternakan Sumenep, akan membangun Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

“Kami akan membangun Puskeswan di beberapa tempat yaitu di kampung IB (Insimenasi Buatan) yang di sebut LUGANTENG (Guluk-guluk, Ganding dan Lenteng) dan untuk kesehatan Domba Sapudi, akan dibangun pula Puskeswan di Sapudi,” jelasnya.

Lanjut dua, Namun dengan keeterbatasan dana di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sangat terbatas, maka kami juga melakukan langkah dengan pengajuan ke Provinsi dan APBN.

“Kami mendapat izin dari Bupati untuk mencari program dari APBD Provinsi maupun APBN, karena APBD Sumenep sangat terbatas, nantinya akan terlaksana di tahun 2020 melalui perubahan PAK tahun 2020,” ungkapinnya.

Bambang berharap, dengan empat program tersebut, kedepan sumber bibit terlaksana dengan target yang telah ditetapkan," tutupnya.(Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.