Senin, 13 April 2020

Mungulas Sejarah Kota Tua Kalianget Madura

    4/13/2020   No comments

MOKI, Sumenep - Kota Tua Kalianget yang berada di area kantor pusat PT Garam (Persero) Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kota modern pertama di Pulau Madura, Jawa Timur. Minggu, 12/4/2020.

Menurut sejarah yang berhasil dihimpun media, Kota Tua Kalianget ini di bangun Pada masa VOC dan diteruskan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Kalianget di kembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di selat Madura. Pelabuhan tertua di Sumenep adalah pelabuhan Kertasada, lataknya sekitar 10 km dari pusat kota Sumenep.

Ketika Sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun sebuah benteng yang terletak di Kalianget barat, namun dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut selat Madura, Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah tersebut dikenal dengan nama “Loji Kantang”.

Kongsi dagang tersebut tak kehilangan akal, akhirnya pihak VOC pun membangun Benteng di daerah Kalimo’ok dikarenakan lokasinya yang cenderung tinggi dari lingkungan sekitar. Benteng tersebut dibangun pada tahun 1785. Seiring dengan dibangunnya daerah pertahanan tersebut, pemukiman-pemukiman orang Eropa mulai menyebar di daerah Marengan dan Pabean, hal tersebut bisa kita lihat pada model arsitektural bangunannya yang cenderung terpengaruh kebudayaan indisch. Kebudayaan Indisch di Indonesia berkembang pada abad 17-18.

Setelah kongsi dagang VOC dibubarkan, maka Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih kekuasaan dari kongsi dagang tersebut dalam berbagai hal termasuk juga dalam pengelolaan lahan Pegaraman yang ada di Sumenep. Untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik pemerintah Hindia Belanda di Sumenep, maka pada tahun 1899, pihak pemerintah membangun Pabrik Garam Briket Modern, pertama di Indonesia. Disinilah berbagai fasilitas pendukung industri tersebut dibangun, tak hanya bangunan pabrik, fasilitas Listrik yang terpusat di Gedung Sentral, Lapangan Tenis, Kolam renang, Bioskop, Taman Kota, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan mulai tersebar di kawasan ini. hal ini sebagai bukti bahwa pemerintah Hindia – Belanda kala itu dengan kuatnya memonopoli hasil garam yang ada di Madura.

Akses Menuju Kota Tua Kalianget,
Bagi anda yang ingin pergi menuju ke Kota Tua Kalianget, anda bisa memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa melalui jembatan Suramadu lalu arahkan kendaraan anda langsung ke Sumenep. Sesampainya di sana anda bisa mengikuti papan penunjuk jalan yang ada untuk bisa sampai ke Kota Tua Kalianget.

Rencana pengembangan kota tua sebagai wisata kota tua dicanangkan Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim. Bahkan, Rencana itu disambut positif wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut. Rencana itu akan menjadi langkah q untuk menjadikan Kabupaten sebagai kota wisata,” ujar Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Namun, hal tersebut tidak serta merta langsung terwujud, tetapi masih membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Makanya, pemerintah daerah masih melakukan komunikasi secara intens dengan PT Garam Kalianget yang memang memiliki banyak aset bangunan tua.

”Saat ini Disbudparpora dengan PT Garam mulai menjalin kerjasama. Kerjasamanya hampir final. Hasilnya sementara waktu PT Garam bersedia sebagian asetnya, akan dijadikan sebagai ikon wisata kota tua,” tutupnya. (SR)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.