Sabtu, 02 Mei 2020

Dalam Rangka Hari Buruh Sedunia (May Day) ; Buruh TKBM Sabang Meminta Pemerintah Serius Menangani Ternaga Kerja Buruh Pelabuhan Yang Ada Di Kota Paling Ujung Barat Indonesia

    5/02/2020   No comments

Tiopan. AP, Sekretaris Biuruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Sabang, Jum’at (01/05/20) pagi,
MOKI, Sabang-Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada hari jumat tanggal 01 May 2020 pantauan MOKI, di Kota Sabang tiada bergolak pergerakan Buruh untuk berdemonstrasi seperti buruh yang ada di kota kota lainnya. Meskipun Kota Sabang merupakan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas.

Kegiatan Buruh Pelabuhan yang ada di Kota Sabang selama setahun belakangan ini sudah tidak ada, hal terdsebut dikarenakan tidak adanya kegiatan bongkar muat dipelabuhan meskipun Sabang bersatus Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas. Demikian dikatakan oleh Sekretaris Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Sabang, Tiopan. AP kepada MOKI, Jum’at (01/05/20) pagi.

Tiopan AP juga mengatakan, pada peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) tahun 2020 kali ini di Kota Sabang tiada pergerakan untuk berdemonstrasi meskipun kehidupan para buruh TKBM sangatlah memprihatinkan, apalagi dengan adanya wabah Virus Corona (Covid-19), kehidupan buruh semakin tertekan dan tidak bisa mengadu kemana anggota buruh TKBM yang jumlah mencapai 320 orang.

Dengan adanya wabah Covid-19 yang telah mendunia, bagaimana mungkin para buruh yang kehidupannya semakin terancam karena wabah tersebut, mau memikirkan demonstarasi yang jelas belum tentu ada keuntungannya bagi mereka,7l dan bisa menafkahi keluarganya selesai melakukan demonstrasi, ujar Sekretaris TKBM Tiopan.

Lebih lanjut dikatakannya, harapan para buruh TKBM hanya kepada Pemerintah Daerah sebagai pengaduan masyarakat kalangan bawah, apalagi ancaman Covid-19 yang sangat miris dan perekonomian kaum buruh pelabuhan tidak tau harus ,mencari nafkah dimana ;lagi. Sementara anjuran dari Pemerintah berdiam dirumah dan bila keluar jaga jarak.

Bagaimana buruh bisa bekerja bila menjaga jarak, karena merekakan pekerja keras dan mereka bekerja bukanlah disatu ruangan tetapi dilapangan terbuka. Namun demikian lapangan pekerjaan mereka saja sekarang ini sangatlah sulit dan mereka blusuk sana blusuk sini, dan apa yang dapat mereka kerjakan dan mendapatkan uang, semua mereka kerjakan, tukasnya pula.

Tiopan AP selaku Pengurus TKBM Kota Sabang berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, agar dapat melakukan sesuatu untuk kepentingan rakyat,. salah satunya buruh pelabuhan yang sekian lama tidak ada aktifitas di pelabuhan bongkar muat, sehingga, mata pencaharian buruh di Sabang buta-sebutanya.

Apalagi mengingat kondisi sekarang ini dimana pemerintah menghimbau masyarakat untuk berdiam dirumah, sementara stok kebutuhan hidup masyarakat nihil, jadi apa yang bisa dilakukan guna menyambung hidup keluarga.

Dia juga mengatakan, begitu juga dengan gula yang didatangkan dari luar negeri ke Sabang dan bebas bea masuk, kini masa tersisa dibeberapa gudang. Dan tanpa sebab apa harganya bisa melambung tinggi, padahal sudah setahun lebih kapal gula tidak masuk ke Sabang, kini gula yang ada di Sabang semakin menipis stoknya.

Untuk itu diharapkan kepada Pemko Sabang dapat melakukan kontrol dilapangan supaya gula yang didatangkan dari luar negeri tidak ditimbun. Dan tidak diseludupkan juga tidak menaikan harga se-enaknya seperti yang dilakukan oleh Importir sekarang ini. Pemerintah harus jeli dan harus berani menindak Pengusaha Importir yang menyesengsarakan rakyat dengan menaikkan harga tanpa pembelian baru, karena stok mereka adalah harga beli lama jadi tidak ada alas an untuk menaikkan harga, Negara kita ini ada aturan dan perundang undangannya, punkas Sekretaris TKBM Tiopan AP. (IZW)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.