Kamis, 07 Mei 2020

Gas Bersubsidi Dan Air PDAM Bermasalah, Pemerintah dan Aparat Hukum Abdya Diminta Segera Menindaklanjuti

    5/07/2020   No comments

Tempat Penyalur GAS bersubsidi ER di Desa Baharu Kecamatan Blang Pidie Abdya
MOKI, Abdya-Persengketaan masalah Kepemilikan Air PDAM yang terjadi antara Desa Lamkuta dan Desa Baharu dan 3 Desa Lainnya yang merasa dirugikan dilaporkan Sekdes Desa Baharu kepada Ka. Biro MOKI Aceh Barat Daya. Pantauan MOKI dilapangan, hal ini akan dapat memicu persengketaan antar desa dan akan berakibat Fatal bila Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak menaganinya dengan cepat dan secara serius.

Menurut keterangan Sekdes DesaBaharu, Penyerahan asset Air milik PDAM dari Pemkab kepada Keuchik Desa Lamkuta secara tidak tertulis dan diserahkannya asset PDAM tersebut hanya secara lisan saja dan tidak ada bukti tertulis atau dengan secara MoU dan hal ini jadi pertanyaan kami selaku pengurus Gampong di 4 Desa lainnya sebagai konsumen PDAM sejak dulu dan penyerahannya bersifat pribadi, ujarnya pada MOKI.

Dikatakannya juga bahwa, Keuchik Desa Lamkuta yang merasa memiliki asset PDAM tersebut  pribadi melakukan penarikan uang restribusi air sebesar Rp, 20.000 per konsumen, dan alasan Keuchik Lamkuta melakukan penarikan restribusi air adalah ini omset kami. Dan dengan beraninya Keuchik Lamkuta menyatakan kepada Apratur Desa Babalhok bahwa asset milik Negara PDAM itu adalah miliknya pribadi.

Sehigga masyarakat di ke 4 Desa selaku konsumen PDAM sejak dahulu tidak ada hak pada Asset Air milik PDAM tersebut. Yang lebih jumawanya Kechik Lamkuta mengatakan kepada warga Perumnas Babalhok harus menyetorkan uang lebih banyak dari pada konsumen lainnya. Aparatur Desa Baharu sudah menindaklanjuti permasalah tersebut namun Keuchik Lamkuta dengan gagah perkasanya tetap mempertahankan prinsipnya bahwa asset Negara PDAM tersebut milik pribadi Keuchik Lamkuta.

Yang lebih disayangkan masyarakat selaku konsumen selalu dirugikan karena airnya tidak berjalan lancar dan karena perbaikan pipa yang dikatakannya baru berjalan 1 bulan, namun air yang didistribusikan kepada masyarakat mati total.  Padahal pada saat bulan suci Rahmadhan ini sangatlah diperlukan air, apalagi masyarakat sekarang sedang menghadapai wabah Pandemi Virus Corona yang mencekam Dunia dan Indonesia dan Kususnya Abdya, namun Keuchik Lamkuta tidak memperdulikan para konsumen Air milik PDAM, tukas Sekdes Desa Baharu.

Lebih lanjut Sekdes Baharu menerangkan mengenai Pendistribusian Gas LPG Subsidi yang dikuasi oleh oknum ER selaku penyalur Gas untu 2 Desa yaitu Desa Baharu dan Desa Lamkuta terlalu arogan. Dan masyarakat selaku penerima subsidi Gas tidak pernah bisa membeli di tempatnya padahal kuota Gas dari Desa telah diberikan kepada dia untuk didistribusikan kepada masyarakat penerima subsidi Gas LPG.

Sebagai penyalur Gas Bersubsidi ER tidak melaksanakan sesuai dengan kewajibannya seperti yang diamanahkan oleh dua Desa. Dari dua Desa penerima Susidi Gas jumlahnya mencapai 600 an, sementara kartu subsidi Gas yang ada di penyalur berjumlah 1000 an, namun bila masyarakat di kedua desa mau menebus pembelian gas dikatakanya telah habis, dan dia memberikan gas kepada masyarakat sesuka hatinya seolah olah Gas bersubsidi tersebut miklik pribadinya, tegas Sekdes Desa Baharu.

Ditegaskannya, apakah ini wajar atau kebohongan penyalur Gas LPG terhadap warga, ER selaku penyalur menyalurkan Gas bersubsidi kepada yang di sukanya saja, sementara warga yang susah dan anak yatim serta orang miskin tidak boleh menebus Gas LPG tersebut.

Padahal, si Penyalur Gas LPG Subsidi ER, menjual Gas LPG bersubsidi tersebut kepada masyarakat Kecamatan Tangan tangan yang bukan penerima subsisidi Gas yang sebenarnya. Masyarakat Tangan tangan bukanlah penerima subsidi karena mereka domisilinya sangat jauh dari Desa Baharu, hal ini perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten maupun aparat Hukum lainnya, karena telah penyalurkan Gas tidak sesuai dengan peruntukannya, pungkas Sekdes Desa Baharu. (SN)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.