Rabu, 20 Mei 2020

Kabar Mengejutkan ! Tersangka Beras Oplosan Bebas Dari Tahanan Polres Sumenep

    5/20/2020   No comments

MOKI, Sumenep –Setelah Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, menetapkan tersangka  kasus dugaan beras oplosan yang menjerat tersangka, Latifa (43) dan melakukan penahanan selama 6o hari, bahkan pihak Polres Sumenep memenangkan gugatan praperadilan yang di ajukan kuasa hukum tersangka Latifa di Pengadilan Negeri Sumenep. Namun akhirnya kasus tersebut berujung dengan pelepasan tersangka dari tahanan Polres.

Hal ini tertuang dalam Surat Perintah Pengeluaran Penahanan nomor pol : SPP-Han/48.f/V/2020/Reskrim, tanggal 18 Mei 2020, ditandatangani Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi.

Surat Perintah Pengeluaran Penahanan tersebut ditujukan kepada Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Oscar dan lima penyidik lainnya.

“Penahanan sudah dilakukan maksimal selama 60 hari sehingga tersangka Latifa dibebaskan demi hukum,” tegas Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, di Grup Mitra Humas Polres Sumunep. Selasa (19/5/2020) malam.

Namun demikian, Widiarti menegaskan, kasus tersebut masih dalam proses hukum. Artinya, tetap terus berlanjut. “Penyidik sudah melengkapi semua petunjuk P19 dari Jaksa, namun demikian Jaksa meminta beberapa keterangan tambahan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Sumenep, membongkar suplier ‘nakal’ beras pada Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako.

Penggerebekan oleh korps baju coklat di salah satu gudang penyuplai beras di Jalan merpati 3A Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (26/2/2020), sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), Gudang Yudatama Art diketahui telah mengoplos beras Bulog dengan beras petani, kemudian dikemas dalam karung berbagai merek. Bahkan Polres Sumenep, Jumat (20/3/2020). mengadakan jumpa Pers penahanan tersangka Latifa.

Kapolres menyampaikan, tersangka L dituntut pasal berlapis, Pasal 62 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan pasal 139 Undang-Undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 106 Undang-Undang nomor 7 Tahun 2014 tentang Pangan.
Dengan ancam 5 tahun penjara. (Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.