Senin, 04 Mei 2020

Kaldu Kokot Salah Satu Ikon Kuliner Sumenep

    5/04/2020   No comments

MOKI, Sumunep - Setiap daerah pasti memiliki makanan khas yang menjadi ikon di daerah tersebut, begitu pun di Sumenep,Madura Salah satu kuliner yang khas dan terkenal di Sumenep adalah Kaldu Kokot. Warung-warung Kaldu Kokot dan soto kokot bisa dijumpai di banyak lokasi di Sumenep. Salah satu yang terkenal adalah Warung Adnan Soto Kikil Kaldu Kokot yang terletak tepat di pusat kota Sumenep.

Meskipun sudah sangat terkenal dan menjadi rujukan pencinta Kokot, Warung Adnan tetap hadir dalam kesederhanaan. Anda harus memarkir kendaraan di Jalan Dr Wahidin-Pejagalan karena warung ini tersembunyi di antara permukiman warga. Dari lokasi parkir, penggemar Kokot masih harus berjalan kaki sekitar 150 meter menyusuri gang sempit mengikuti papan petunjuk lokasi warung yang digantung di mulut gang. Di ujung gang, Warung Adnan masih mempertahankan warung rumahan yang menyatu dengan rumah pemiliknya. Walaupun tersembunyi, warung ini mudah dicari karena terletak tepat di belakang Museum Keraton Sumenep.

Juni Wahyudi (35) pencipta kaldo kokot menerangkan, Kokot alias kikil menjadi makanan rakyat yang populer di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura. Dipadu dengan aneka bahan lokal, Kokot umumnya diolah menjadi masakan Kaldu Kokot dan soto kokot.

"Perbedaan dua olahan Kokot ini pun hanya terletak pada penyajiannya. Soto kokot disajikan tanpa kacang hijau, sedangkan Kaldu Kokot disantap dengan campuran rebusan kacang hijau.," tuturnya pada media, Senin (4/5/20)

Lanjut dia, kalau anda sedang jalan-jalan ke Sumenep, belum lengkap rasanya perjalanan Anda kalau tidak mencicipi kuliner khas Sumenep ini. Selain rasanya yang nikmat, harganya juga cukup terjangkau dan bisa membuat Anda kenyang. Dimasak dari jeroan, sumsum, dan kaki sapi, kokot adalah masakan yang mampu menumbuhkan rasa rindu pada Madura.

"Kaldu Kokot merupakan kuliner sejenis sop dengan bahan utama kacang kedelai atau kacang hijau yang direbus dengan berbagai macam bumbu khas jawa seperti bawang merah, bawang putih, jahe, pala, dan daun bawang. Kuahnya agak kental dengan tambahan potongan kikil kaki sapi," jelasnya.

Sambung Juni sapaan akrabnya, kadang juga ada yang menyajikannya dengan tulang kaki sapi, lalu ditambah dengan bumbu dari ulegan kacang dan petis.
Kaldu Kokot biasanya disajikan dengan lontong yang sudah dipotong-potong atau dibiarkan utuh, ada juga yang menambahkan singkong goreng atau singkong rebus sebagai pengganti lontong.

"Bagi orang Madura, jika menikmati Kaldu Kokot dengan nasi, maka rasa kaldunya akan sedikit berkurang. Kaki sapi betina biasanya dipilih karena terasa lebih gurih dengan kikil berwarna kemerahan dan mengandung banyak sumsum, sedangkan kikil sapi jantan berwarna putih dan cenderung mudah empuk. Kacang hijau yang digunakan juga kacang lokal Madura yang ditanam di tanah yang cenderung kurang air.

Warung ibu Adnan,  ini biasanya diserbu penggemar pada jam sarapan, makan siang, dan akhir pekan. Dihidangkan panas-panas, baik kaldu kokot maupun soto kokot terasa gurih, apalagi ditambah sambal dan kecap.

"Kaldo kokot  warung Adnan beda rasanya dengan kaldo kokot yang lain," tutupnya.(Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.