Rabu, 13 Mei 2020

Komisi II DPRD Nisel Tinjau kondisi Kecamatan Mazo dan Boronadu terdampak pandemi COVID-19

    5/13/2020   No comments

MOKI, Nias Selatan-Wakil Ketua DPRD Nisel, Fa'atulo Sarumaha, S.IP, MM., Anggota DPRD Nisel, Kristian Laia, S.Kep.Ns., Juniardin Tafonao, S.Pd., Arman Laia didampingi Kabag KPK DPRD Nisel, Arozatulo Maduwu, S.Pd, Staf Setwan DPRD Nisel Pianus Laowo, Sudirman Sarumaha, Anton Laia meninjau kondisi Kecamatan Mazo dan Kecamatan Boronadu yang terdampak pandemi COVID-19, Kabupaten Nisel Propinsi Sumatera Utara, Rabu (13/05/2020).

Dihadiri : Dikantor Kecamatan Mazo yakni Camat Mazo, Fotuho Laia, SE beserta Staf Kantor Camat Mazo, Kepala Puskesmas Mazo, Waozatulo Ndruru.,
Kantor Kecamatan Boronadu yakni Camat Boronadu, Fonazatulo Laia,S.Pd dan Sekcam, Syukurman Hia,SKM., M.I.P dan seluruh staf kantor Camat Boronadu.

Wakil Ketua DPRD Nisel, Fa'atulo Sarumaha, S.IP, MM tujuan dari DPRD untuk meninjau dampak secara ekonomi atas pandemi virus corona kepada masyarakat yang ada di dua Kecamatan.
"Saya berharap agar masyarakat perbanyak berdoa dan bersabar, semoga virus corona ini cepat selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasa," kata Sarumaha.

Ditambahkan Komisi II DPRD Nisel, Kristian Laia, S.Kep.Ns dan Juniardin Tafonao, S.Pd menanyakan tentang menyangkut kasus pandemi Covid 19 dan dampak terhadap ekonomi warga dan bagaimana koordinasi dengan Puskesmas tentang Covid-19. Serta menghimbau agar babi yang mati dikubur jangan dibuang ke sungai.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Mazo dan Camat Boronadu, mengingatkan masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah untuk bisa tetap di rumah guna memutus mata rantai penularan COVID-19. Untuk itu diperlukan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, beber Camat

Camat Mazo, Fotuho Laia, SE menjelaskan tentang kondisi jalan menuju ke kantor camat Mazo ada jalan yang longsor mohon perhatiannya dari DPRD Nisel. Penanganan Covid-19 di daerah kami telah melaksanakan sesuai prosedur protokoler Covid-19. Menghimbau kepada masyarakatnya untuk tidak pulang kampung demi memutuskan rantai virus corona.

Masyarakat yang berstatus ODP melakukan isolasi mandiri dengan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari selama masa isolasi berlangsung, pasien akan dipantau dan diberi arahan oleh petugas kesehatan. Peran serta dalam pemantauan dan juga melakukan edukasi yang benar secara terus-menerus mengenai COVID-19 ini. Serta melaporkan bahwa babi mati di kecamatan Mazo sebanyak 2.400, ekor dan mohon solusi, ungkap Camat Mazo.

Kapus mazo, Waozatulo Ndruru, Pustu Ulumazo perlu rehab karena sudah tidak layak pakai, insentif pustu tidak ada. Bencana perternakan karena babi mati perlu ada perhatian pemerintah.

Camat Boronadu, Fonazatulo Laia, S.Pd menjalankan sesuai protokoler tentang himbauan pemerintah. Dampaknya tentang hasil pertanian tidak ada yang membeli dari luar karena dari luar susah datang kesini karena dibatasi pandemik Covid-19. Wabah kolera babi menyebabkan ekonomi merosot, tandas.

Sekcam Mazo, Syukurman Hia, SzkM, M.IP menambahkan agar ada perhatian dari lembaga DPRD, bahwa pembukaan jalan antara Kecamatan Boronadu tembus ke kecamatan Lolomatua telah ada pembukaan dan tahun ini pengerasan jalan, mohon perhatiannya agar dianggarkan untuk pengaspalan. Dan diharapkan juga agar jembatan penghubung  dapat terlaksana. (doeha)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.