Senin, 11 Mei 2020

Masih Banyak Warga Pulau Tello Buang Sampah ke Laut

    5/11/2020   No comments

MOKI, Pulau Pulau Batu-Kurangnya kesadaran warga Kelurahan Pasar Pulau Tello dalam menjaga lingkungannya untuk tetap bersih menjadi tantangan pemerintah dalam menggugah kebiasaan buruk tersebut. Pasalnya masih banyaknya ditemukan warga membuang sampah dilaut membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Sampah di buang kelaut oleh warga Kelurahan Pasar Pulau Tello Kecamatan Pulau Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara, Senin (11/05/2020).

Hingga kemarin, masih banyak warga Pulau Tello buang sampah langsung ke laut. Alasannya ungkap salah seorang warga, tidak adanya tempat pembuangan sampah serta tong sampah yang disediakan oleh pemerintah Kelurahan Pasar Pulau Tello.

Untuk memberantas sampah di perairan perlu peran bersama untuk menciptakan laut bersih dari sampah. Sering dilakukan pembuangan sampah dilaut pada pagi dan sore hari oleh warga setempat. Dimana sampah-sampah yang mengapung banyak ditemukan di laut diantaranya botol plastik dan kantong plastik.

Kepala Desa Hiligeho Sogawu Kecamatan Tanah masa, Faogomasa Harefa, SH saat dijumpai menuturkan, sampah sampah yang berada di laut ini juga sangat menggangu perahu bot yang lagi melintas terutama sampah kantong plastik.
”Pernah sampah kantong plastik menyangkut di baling-baling” katanya.

Kata dia, masih saja sampah dijumpai yang mengapung diperairan setiap hari. Memang untuk memberantas sampah dilaut ini tidaklah muda. Perlu peran penting antara semua lapisan masyarakat untuk tidak membuang sampah dilaut.
”Daerah kita banyak tinggal di pesisir pantai masih ada yang membuang sampah kelaut,”  beber Harefa.

Akibatnya dari pembuangan sampah sembarangan, selain mempengaruhi keindahan lingkungan juga berdampak pada lingkungan disekitar, sebab tempat yang menjadi lokasi pembuangan sampah rata-rata dilaut, tandas Harefa.

Harefa juga menyarankan, agar pemerintah harus lebih giat mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan. Disamping itu, pemerintah juga mampu menyediakan tempat penampungan sampah atau bila perlu dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dulu pernah ada TPA yang disediakan tapi tidak bisa lagi digunakan karena yang punya tanah keberatan dan melarang untuk tidak membuang sampah lagi tempat penampungan tersebut, entah apa permasalahannya, imbuh Harefa

“Ini pekerjaan rumah kita bersama, sebab percuma kalau kita mengimbau masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya, tetapi tempatnya tidak ada. Jadi langkah awalnya harus memprogramkan pembangunan TPA, tutur Harefa.

Senada  Salah seorang Tokoh Masyarakat Kepulauan Batu, Yustinus Gowasa menuturkan, kesadaran dari masyarakat itu sangat penting untuk tidak membuang sampah kelaut lagi itu bisa saja merusak ekosistem. Sampah yang terbuang ke laut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan ekosistem laut dan membahayakan populasi ikan yang dikonsumsi di masyarakat sudah tercemar oleh sampah plastik, akhir Gowasa. (doeha)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.