Selasa, 09 Juni 2020

Kawasan Free Fort Sabang, Hidup Segan Mati Tak Mau

    6/09/2020   No comments

Tiopan. AP Sekretaris Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan (TKBM) Kota Sabang.
MOKI, Sabang-Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang kian menyedihkan, akibat vakumnya kegiatan di pelabuhan yang katanya bebas itu. Pasalnya, dermaga yang megah dan dibangun dengan uang negara ratusan miliyar tersebut sepi dari geliatnya, wajar saja jika disebutkan “Hidup Segan Tak Mau”.

Sekretaris Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan Sabang Tiopan AP kepada MOKI mengatakan betapa sedihnya kawasan pelabuhan bebas Sabang kini benar-benar mati dari aktifitasnya sehingga buruh yang bergantungan hidup dibagian bongkar muat mereka harus memutar otak agar bisa menyambung hidup anak dan istrinya.

“Kan miris sekali pelabuhan yang dibangun dengan uang negara ratusan miliyar kini tetapi tidak ada kegiatnnya, sampai-sampai buruh pelabuhan yang bergantungan hidup dipelabuhan bongkar muat terpaksa mencari jalan lain untuk menyambung hidup keluarnya di rumah,”demikian kata Sekretaris TKBM Tiopan AP, kepada MA Minggu lalu.

Menurut Tiopan, matinya kegiatan di pelabuhan bebas Sabang akibat kurangnya perhatian pihak-pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan  Free Port Sabang itu sendiri. Karena pemerintah melalui Undang-Undang dan dan Perpu sudah mengamanahkan bahwa, pelabuhan bebas Sabang harus maju.

Hal tersebut telah dibuktikan dengan penguncuran anggaran dari pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan Free Port Sabang, akan tetapi apa yang terjadi hari ini pada kenyataannya kawasan Free Port Sabang, yang mulai dibangun sejak tahun  2000 itu, hingga kini belum juga ada tanda-tanda berpihak pada kemajuan.

Bahkan, yang lebih disayangkan lagi pelabuhan yang dijuluki bertaraf internasional tersebut, kini juga menjadi pelabuhan sandaran kapal-kapal yang tidak berhubungan dengan urusan perdagangan atau Free Port Sabang. Maka, sampai tumbuh tanduk kucing pun modal yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk membangun Free Port Sabang itu tidak akan kembali., tandasnya.

Ia berharap kepada wakil rakyat baik yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang maupun DPRA, agar tidak terus menonton apa yang dialami oleh masyarakat Sabang selaku tuan rumah dalam linglkungan kawasan Free Port yang seharusnya tidak terjadi seperti sekarang ini.

”Ya kita berharap para wakil rakyat yang duduk di DPRK Sabang dan DPRA tidak terus menonton pemandangan tak sedap, terhadap kawasan Free Port Sabang yang Hidup Sedan Mati Tak Mau itu,”harap Tiopan, yang juga Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Kota Sabang.

Lebih lanjut dikatakan, para pemangku kepentingan juga tidak seharusnya terus berpangku tangan tanpa mau melihat kondisi Sabang saat ini, yang sudah tidak dapat bernafas lagi,akibat matinya aktifitas di pelabuhan bebas Sabang secara terus-menerus yang tidak diketahui sampai kapan akan berakhir.

“Pihak-pihak pemangku kepentingan terutama Ketua Dewan Kawasan (DKS), Dewan Pengawas (Dewas) dan lainnya jangan hanya mengurus mengurus ganti dan ganti pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) saja, tetapi juga harus melihat apa yang terjadi dan dihasilkan di kawasan Free Port Sabang itu sendiri,”imbuhnya. (Suwarti/Mariani)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.