Sabtu, 13 Juni 2020

Kebijakan Pemperintah Kota Sabang Pra New Normal Patut Diacungkan Jempol

    6/13/2020   No comments

Jubir Kota Sabang Suaidi Sulaiman dan Kabag Umum Pemko Sabang Bahru Fikri S.STP MM
MOKI, Sabang-Juru Bicara Pemko Sabang yang juga mantan Jubir Partai Aceh Suaidi Sulaiman, yang telah diabsahkan pada tanggal 01 Januari 2020 oleh Pemerintah Kota Sabang pada awal jumpa Persnya yang didampimgi Kabag Umum dan Humas Pemko Sabang Bahru Fikri S.STP MM di Sabang Cofe Center, Sabtu (12/06/20) sore mengatakan, ada tiga poin yang akan kita sampaikan yang berkaitan dengan penanganan Covid 19 dalam wilayah Pemerintah Kota Sabang, dari awal ningga masa New Nomal sekarang ini, ujarnya.

Suadi Sulaiman atau lebih dikenal dengan panggilan Adi Laweung pada keterangan Persnya menjelaskan, jadi selama masa Pandemi dan dari awal Pemko Sabang telah melakukan dan mengambil langkah dan kebijakan kebijakan konkrit dalam penaganan Covid ini, sehingga masyarakat juga sudah melihat dari kebijakan Pemerintah.

Dan itu terlihat dari awal adanya Virus Corona ini sampai kepada masa pandemic yang mana Pemko Sabang bersama sama dengan Forkopimda selalu berkomunikasi dan bermusyawarah untuk mengambil kebijakan kebijakan konkrit. Misalnya seperti mengentikan kegiatan kapal cepat dan mengurangi operasinya kapal Roro, baik dari pelabuhan Balohan maupun dari pelabuhan Ulhee lheuee, jelas Adi Laweung.

Lebih lanjut diterangkannya juga bahwa, itu sudah jelah kita lihat awal awalnya dalam masa pandemic Pemko Sabang bersama dengan Forkopimda juga selalu kita lihat berada dikalangan masyarakat Kota Sabang dalam menjaga Covid ini bersama sama, itu yang pertama.

Kemudian dalam hal Covid ini juga dan teman teman media juga telah mengetahuinya berkaitan dengan Anggaran Covid itu diawal awal dan juga dipertengahan persoalan Covid ini juga telah kita running, dan dengan Anggaran bahkan Anggran Covid sendiri itu termasuk pihak Pemko untuk memangkas dari biaya kunker anggota DPRK Sabang sebanyak 30 s/d 35 persen dan itu sudah dilakukan pada tahapan yang lalu, ujar Suadi Sulaiman.

Jadi dengan demikian Pemko Sabang juga tidak mengalami kewalahan dalam menangani Covid ini, bahkan kita lihat yang sangat rapi di Aceh adalah Kota Sabang dan sangat bertahap dan lebih tertip. Karena begini jelasnya pula bahwa, Pemko Sabang bersama Forkopimda itu dari awal sudah melakukan dan mengambil tindakan dan kita mulai dari menunda mendaratnya kapal Passangger dan menunda even even nasional, seperti Wonder full dan beberapa even even lainnya.

Begittu juga dengan Yachter – yachter yang telah berada di Pelabuhan Sabang diminta agar para tamu asal luar negeri tersebut untuk tidak turun kedarat, mengingat lagi santer santernya Virus Corona. Yang paling kita banggakan bahwa masyakat Kota Sabang sangat mentaati terhadap berbagai kebijakan Pemerintah dan Forkopimda dan ini suatu hal yang sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat Kota Sabang. Artinya kesadaran untuk menjaga lingkungan dan dalam untuk menjaga kesehatan dan ini ada pada diri masyarakat Sabang dan hal ini patut kita acungkan jempol untuk masyarakat Kota Sabang, tukas Adi Laweung.

Lebih lanjut Jubir Kota Sabang mengatakan, pada tahapan New Normal ini juga sebagaimana sudah kita ketahui mulai dari awal Juni 2020, Pemko Sabang bersama Forkopimda sudah Clossing, sudah membuka jalur transportasi dan tentunya juga dalam bentuk tahapan tahapan seperti yang lalu dengan memulai satu trip kapal baik dari Ulheue lheuee dan Pelabuhan Balohan.

Setelah itu berdasarkan masukan masukan dari masyarakat yang meminta agar ditambahnya transportasi laut, dan Pemko Sabang bersama Forkopimda melakaukan rapat mengevaluasi masukan masukan dan memutuskan kapal roro ditambah satu dan menjadi dua trip dan kapal cepat dua kapal masing madsing juga dua trip, kata Adi Laweung.

Mengakhiri jumpa Persnya Jubir Pemko Sabang mengatakan, kebijakan penambahan trip transportasi laut tujuannya adalah mengembalikan perekonomian masyarakat secara perlahan lahan, namun demikian dalam kebijakan tersebut harus berdasarkan Protokol kesehatan yang berlaku.

Bagi penumpang ber KTP Aceh berlaku lain dengan KTP asal Sabang, dan begitu juga denga penumpang ber KTP luar Aceh diberlakukan lebih ketat pemeriksaannya sesuai dengan standart kesehatan Protokoler Covid 19. Kepada saya saja saat ke Sabang juga diberlakukan oleh para petugas Covid yang berada dipelabuhan, jadi tidak ada pilih kasih seperti yang saya alami, pungkas Jubir Adi Laweung. (Wapemred)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.