Selasa, 14 Juli 2020

Aturan Perbup 49 Tahun 2020, Warga Kedapatan Tidak Pakai Masker Akan Kena Sanksi

    7/14/2020   No comments

MOKI, PATI-Saat Monitoring Bantuan BLT Dana Desa di dua Kecamatan, Bupati Haryanto menyampaikan telah mengeluarkan Perbup Nomor 49 Tahun 2020, bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker oleh perugas penertiban akan diberikan sanksi.

Bupati Haryanto mengatakan dalam Perbup 49 tahun 2020, dijelaskan bahwa masyarakat bepergian tidak pakai masker dan tertangkap tim penertiban maka sanksinya menyapu dan memungut sampah. Ia menyebutkan masyarakat tidak dikenakan denda karena bukan Perda. Meskipun tanpa denda, ia berharap masyarakat dapat mentaati peraturan dan tidak menyepelekan Covid-19. 

Didampingi Asisten Pemerintahan, Bupati Haryanto monitoring pembagian bantuan BLT DD di Desa Kosekan, Kecamatan Gabus sebanyak 107 warga dan Desa Juwanalan, Kecamatan Pati sebanyak 122 warga. Selasa (14/7).

Bupati mengatakan pemerintah sudah berupaya untuk memaksimalkan pelayanan pemberian bantuan seperti bantuan langsung tunai, bantuan PKH, BPNT, BST dan lain-lain.

"Jadi kita membantu ini karena dampak Covid-19. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang tidak termasuk mendapatkan bantuan PKH, BPNT, BST dan bantuan lain. Bantuan tidak bisa dibagi rata, masyarakat hanya bisa mendapatkan satu bantuan," jelas Bupati.  

Haryanto berharap nantinya roda perekonomian bisa tetap berjalan dan perekonomian tetap stabil. Namun ia tak memungkiri hampir di setiap daerah belum bisa normal. 

Bupati menegaskan kondisi New normal adalah tatanan pemerintahan dan kehidupan sehari-hari memakai aturan.

"Kalau bepergian makai masker, jaga jarak dan tidak ngumpul-ngumpul tujuannya adalah untuk agar tidak terkontaminasi," imbuhnya. 

Saat monitoring Bupati juga menginformasikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pati. Dimana hari ini ada penambahan kasus yang semula terdapat 6 pasien positif, bertambah 5 pasien positif. 

"Ada 11 kasus positif. Ini yang tidak kita harapkan. Jadi saat kita kumpul sama orang tetap harus hati-hati," tegas Bupati. 

Terkait dengan kebijakan masuk sekolah, Bupati mengatakan belum mengizinkan sekolah dengan tatap muka. Meskipun hanya pengenalan siswa dengan waktu terbatas, Bupati khawatir akan berpotensi muncul klaster baru. 

"Termasuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya umum mendatangkan massa memang belum saya izinkan. Bukannya tidak boleh karena kondisi masih rawan sehingga lebih baik mencegah," tandas Bupati. (Red/Aris)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.