Kamis, 09 Juli 2020

Bright Gas Dukung UMKM Aceh Untuk Bangkit Kembali

    7/09/2020   No comments

Pengusaha Tambak Udang ketika Panen
MOKI, Banda Aceh-Bencana Virus Corona yang melanda Dunia termasuk Indonesia dan Provinsi Aceh sangat berimbas besar terhadap Ekonomi Nasional, dan tidak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk usaha tersebut yang ada di provinsi Aceh.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Prof Rully Indrawan mengatakan, sekitar 70 persen UMKM terkena dampak luar biasa akibat COVID- 19. Jumlah permintaan turun, pasar mengecil, sehingga bisnis UMKM sulit untuk dijalankan.

Melihat kondisi ekonomi yang merosot seperti itu maka, PT Pertamina (Persero) tidaklah berpangku tangan, maka dari itu Perusahaan Negara ini telah turun tangan mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi. PT Pertamina telah melakukan aksi nyata melalui Marketing Operation Region (MOR) I menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement, katanya.

Genderal Manager Pertamina MOR I Gema Iriandus Pahlawan, pada acara seremoni penyaluran permodalan diMedan (06/07/20) mengatakan, bahwa dengan kegiatan PK Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan, maka UMKM akan dapat untuk bangkit kembali. 

Disamping menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM, PK Pinky Movement juga mendorong UMKM untuk menggunakan elpiji non subsidi, melalui program konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas. Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi, ujar Gema Iriandus.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo kepada media mengatakan, program ini mendapat sambutan antusias dari pelaku UMKM. Hingga kini, 22 pelaku UMKM dari Provinsi Riau, Sumut, Aceh, dan Sumbar telah bergabung dalam PK Pinky Movement. Pada kesempatan itu juga disalurkan pendanaan permodalan bergulir kepada enam UMKM di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh senilai Rp1,1 miliar, kata Roby Hervindo.

Pelaku UMKM Tambak Udang yang mendapat permodalan adalah pengusaha tambak udang yang bergabung dalam koperasi AAC. Tidak hanya di Aceh, disalurkan juga dana permodalan bergulir kepada tujuh UMKM di Provinsi Riau sejumlah Rp 375 juta.

Selanjutnya kepada enam pelaku UMKM di Provinsi Sumatera Utara juga disalurkan dana senilai Rp 470 juta, kepada tiga UMKM di Sumatera Barat disalurkan dana sebesar Rp. 430 juta. Dan Total penyaluran dana pinjaman kepada UMKM adalah sebesar Rp 2.375.000.000,-.

Seluruh UMKM yang menerima dana permodalan, telah beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg. Hal ini dipermudah program gratis tukar tabung elpiji 3 kg ke elpiji Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Plus diskon isi tabung senilai hingga Rp. 136.600,- per tabung. Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka, kata  Roby.

Salah seorang Pengusaha budidaya udang di Lhokseumawe, Ardian, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengikuti PK Pinky Movement. Dirinya mengaku tertarik karena program kemitraan ini memiliki pinjaman kredit yang sangat ringan. Dan Alhamdulillah saya merasa terbantu sekali dengan adanya program kemitraan Pinky Movement dari Pertamina.(Tiopan. AP)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.