Kamis, 16 Juli 2020

Bupati Pati Mendadak Adakan Rapat Virtual MPLS Bersama Kepala Disdik Demi Selamatkan Anak Didik

    7/16/2020   No comments

MOKI, PATI-Bupati Pati Haryanto, hari ini, mengadakan rapat virtual bersama Kepala Disdikbud serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda. Rapat ini membahas tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring, Setelah kemarin melakukan sidak ke sejumlah sekolah.

"Untuk menyikapi MPLS tahun ajaran 2020-2021, saya melaksanakan rapat secara virtual dan ini kita lakukan secara mendadak setelah kemarin kami juga telah melakukan sidak di beberapa sekolah SMA, SMP maupun Madrasah Aliyah,"ungkap Haryanto. 

Rapat mendadak secara virtual ini dilakukan oleh Bupati Haryanto, karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. Meskipun dalam sidak kemarin sekolah sudah melaksanakan MPLS secara daring.

Dalam rapat Bupati Haryanto juga menyampaikan perkembangan data  https://covid19.patikab.go.id/v3/
per Kamis (16/7) pukul 07.00 WIB, jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 12 orang, sedangkan  jumlah OTG-nya ada 7 orang. 

"Rapat ini untuk memberikan penegasan bahwa dalam proses pembelajaran di masa new normal, yang paling penting adalah menyelamatkan anak didik kita dan juga para Bapak/Ibu Guru,"tegasnya. 

Prinsip pertama yang menjadi pedoman adalah keamanan dalam pembelajaran. "Dan itu bisa terwujud jika metode belajar mengajarnya dilakukan secara daring sehingga bisa mentaati protokol kesehatan", papar Haryanto. 

Yang kedua, pembelajarannya harus efektif, produktif dan inovatif. "Sebisa mungkin waktu pembelajarannya dapat dipersingkat dan jangan sampai membebani anak-anak kita,"harap Haryanto. 

Menurut Bupati Haryanto yang teroenting adalah para guru tahu sampai sejauh mana kemampuan anak didiknya. 

"Insya Allah pembelajaran secara daring ini adalah metode yang paling baik di masa pandemi Covid-19, sebab alhamdulillah selama ini saya belum mendapatkan temuan siswa maupun guru yang terpapar Corona. Hal ini tentu karena pertemuan tatap muka guru dan murid telah di minimalisir sejak awal," jelasnya. 

Haryanto juga mengatakan bahwa siswa pada dasarnya saat disapa lewat virtual, itu sudah sangat senang sekali. "Mereka sudah merasa diperhatikan jadi tidak perlu tatap muka, namun kalau nanti kurva Covid-19 di Pati sudah melandai, kebijakan-kebijakan ini, tentu kita akan kami evaluasi kembali", terangnya kembali. 

Haryanto pun menyayangkan masyarakat yang kadang masih kurang memahami pengertian new normal. "Banyak yang mengira bahwa tatanan normal baru artinya bebas padahal kan new normal adalah kehidupan yang dibatasi dengan peraturan yang ada," tutur Bupati. 

Karena itu, dalam Perbup Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru, Bupati pun menyiapkan sanksi bagi para pelanggar aturan menuju new normal. 

"Kemudian saya juga memberikan izin kepada Kepala Kemenag khususnya di madrasah negeri maupun swasta. Namun dengan adanya kejadian-kejadian atau cluster baru di daerah lain maka Pemkab Pati hanya mengeluarkan tujuh ijin pemulangan santri ke pondok pesantren. Ini juga bukan harga mati karena nanti dalam perkembangannya akan kita evaluasi", jelasnya panjang lebar. 

"Semua upaya pencegahan itu, dilakukan Pemkab untuk menghindari kemungkinan adanya ledakan yang kedua akibat Covid-19. Akhirnya kita juga nantinya yang akan kuwalahan,"ujar Bupati. 

Agar mata rantai Covid-19 terputus  maka menurut Haryanto, dibutuhkan kebersamaan dalam mentaati peraturan. "Termasuk tidak diperbolehkannya pembelajaran secara tatap muka,  apalagi untuk PAUD, TK dan SD, itu harus ditaati semua", pungkasnya. (Aris/Red)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.