Sabtu, 11 Juli 2020

Dalam rangka Proses Belajar Mengajar Masa New Normal ; Sekolah Di Kota Sabang Disemprot Dinsekfektan oleh PMI Cegah Corona

    7/11/2020   No comments

BKMT dan PMI Kota Sabang saat sebelum melakukan Penyemprotan di Sekolah
MOKI, Sabang-Masa sekolah yang akan diberlakukan kembali di Kota Sabang pada tanggal 13 Juli mendatang, sehinhgga menjadikan beberapa ormas gencar melaksanakan pencegahan penyebaran Virus Corona. Hal ini dilakukan oleh BMKT dan PMI Kota Sabang dengan cara melakukan patroli dan menyemprotkan disinfektan ke sekolah-sekolah sebelum dilaksanakannya proses belajar mengajar disekolah sekolah.

Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Sabang bersama sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sabang melaksanakan kegiatan penyemprotan disenfektan ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Sabang (SMAN 1) pada (09/07/20).

Drs. Suradji Junus selaku Ketua PMI dan juga penasehat BKMT Kota Sabang saat ditemui mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini adalah rasa kepedulian dari pengurus BKMT dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sabang untuk membantu sekolah sekolah sebelum melaksanakan mengajar anak didiknya dengan menstrilkan ruang belajar dan mengajar degan cara penyemprotan disenfektan.

Para ibu-ibu BKMT yang rasa pedulinya sangat tinggi terhadap proses belajar dan mengajar yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang ingin membantu dan ingin memberikan rasa aman. Agar dapat tercapainya maksud dan tujuan mereka maka BKMT mengikat kerjasama dengan pihak PMI Kota Sabang, sebab dilapangan nanti Palang Merah Indonesia (PMI) dapat melaksanakan penyemprotan disenfektan, kata Suradji.

Lebih lanjut dikatakannya, rencanya akan dilaksanakan penyemprotan diseluruh Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMK Negeri 1 Sabang, dan MAN Sabang. Selanjutnya Akper Ibnu Sina, Pesantren Al Mujaddid, Pesantren Darul Wajdi, Pesantren Darul Hijrah, MTsN, dan MIN Kota Sabang.

Begitu juga dengan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), akan disemprot disenfektan Pemerintah Kota Sabang melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)  dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Sabang karena hal tersebjut sudah menajdi tugas dan tanggung jawab dari kedua SKPD. 

Diterangkannya juga bahwa, selain melaksanakan penyemprotan disinfektan, akan dilaksanakan juga pembagian masker dan alat mengukur suhu tubuh Thermoscanner kepada beberapa Sekolah yang telah direncanakan, tukas Suradji Junus.

Pada kesempatan lain Kepala SMA Negeri 1 Kota Sabang Satriah pada pernyataannya mengatakan, aspresiasi yang sangat tinggi saya ucapkan kepada BMKT dan PMI dengan melaksanakan kegiatan ini. 

Sebelum hal ini terwujud terlebih dahulu saya telah berkoordinasi dengan cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh agar melakukan koordinasi dengan pihak BPBD untuk melaksanakan penyemprotan disenfektan. Namun demikian dari pihak BKMT dan PMI telah terlebih dahulu meminta untuk melakukan penyemprotan disenfektan ke sekolah diruangan tempat proses belajar dan mengajar, ujar Satriah. 

Satriah juga menjelaskan bahwa, proses belajar mengajar dan mulai diaktifkan pada tanggal 13 Juli mendatang. Pada masa Pandemi sekarang ini pihak sekolah telah mempersiapkan segalanya seperti masker dan tempat cuci tangan sesuai dengan petunjuk dari protokol kesehatan.

Disetiap sekolah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas), dan tugas dari pada Satgas adalah menjaga peserta didik agar tetap menjaga jarak dan dipintu masuk sekolah mereka juga melaksanakan mengukur suhu tubuh setiap murid saat datang dengan Thermoscanner sesuai petunjuk Protokoler Kesehatan saat new normal, jelas Satriah.
 
Sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh masa new normal sekarang ini maka system masuk sekolah akan dibagi Shifnya. Setiap kelas siswanya dibagi dalam dua kelompok A dan B. Pengaturan masuk sekolah secara bergilir pada tiap minggunya, kalau minggu pertama kelompok A maka pada minggu kedua kelompok B, dan begitu terus kelanjutannya.  

Proses belajar akan dilaksanakan dengan cara tatap muka saja dan hanya ada Tutorial, jadi tidak ada mengerjakan tugas disekolah. Tugas akan dilaksanakan oleh para siswa dirumah saat jelang memasuki minggu, karena mereka libur kesekolah dan yang masuk kelompok lain, hal ini terus berjalan sebagaimana mestinya. Bagi para Dewan Guru tetap selalu hadir pada setiap harinya dan tidak berlaku Shif bagi para Guru sebab jumlah guru tidaklah seramai peserta didiknya, pungkas Satriah. (Tiopan. AP)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.