Minggu, 12 Juli 2020

Keberhasilan Aceh Meningkatkan Produksi Padi Hingga Mencapai Peringkat 8 Nasioal

    7/12/2020   No comments

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, A Hanan SP MM
MOKI, Banda Aceh-Meskipun ditengah penyebaran Covid yang sedang melanda Provinsi Aceh, namun Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menunjukkan kinerjanya pada bidang ketahan pangan khususnya di bidang Pertanian padi dengan keberhasilannya meningkatkan produksi padi sehingga masuk peringkat 8 (delapan) Nasional.

Kadis Pertanian dan Perekebunan A Hanan SP MM pada keterangannya menjelaskan bahwa, mengawali pekan yang lalu produksi beras Aceh saat ini telah menjadi daerah produsen beras dan masuk ke 8 secara Nasional, hal ini semakin menambah semangat para petani terutama binaan.

Data yang ada pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI tahun 2019, luas baku asawah yang ada di Aceh sekitar 213.997 Ha, dan hasil panen dari luas sawah yang panen 310.012 Ha. Hasil gabah yan telah diproduksi sebanyak 1.714.438 ton, bila dikonversi dengan hasil beras yang ada maka hitungan beras dari hasil panen tahunan tersebut mencapai 982.570 ton se Provinsi Aceh, ujar A Hanan SP MM.

Lebih lanjut Hanan mengatakan bahwa, pada tahun 2019 kita telah surplus pangan, dan rencanya pada tahun 2020, peningkatan produsen beras kita akan lebih baik di tahun ini dan Pemerintah Aceh telah menargetkan luas tanam sebesar 372 ribu Ha, dengan luas panen mencapai 353 ribu Ha.

Luasnya lahan yang direncanakan Pemerintah Aceh dengan target tanam sebesar 372 ribu Ha, maka luas panen kedepannya ditargetkan mencapai 353 ribu Ha. Hasil dari produktifitas yang diharapkan mencapai 5,66 ton, dan diperkirakan produksi akan melejit mencapai 2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan setara dengan hasil beras sebanyak 1,3 juta ton, kata Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, A Hanan. 

Pada akhir tahun 2020 nanti, perkiraan surplus beras Provinsi Aceh akan mencapai sebanyak 600 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi untuk penduduk Aceh hanya sebanyak 680 ribu ton. Hasil per tahun yang diperkirakan 1,3 juta ton dikurangi kebutuhan Aceh 680 ribu ton maka terlihatlah angka surplusnya dari hasil panen tahunan.  

Untuk mencapai target yang diinginkan Pemerintah Aceh, maka diberikan dukungan dengan bantuan perluasan lahan kepada petani tahun 2020 seluas 90 ribu Ha, dan Anggaran dari APBN untuk meperluas lahan sawah para petani, maka diberikan lahan baru seluas 54 ribu Ha, ungkap A Hanan SP MM. 

Hanan juga menambahkan, Bantuan dari APBA tahun 2020 lahan seluas 36 ribu Ha, tetapi 22 ribu Ha diantaranya adalah lahan Jagung. Rincian dari luas lahan 22 ribu Ha tersebut adalah, sumber dana bantuan dari APBN seluas 8000 Ha dan sumber dana bangtuan dari APBA untuk luas 14 ribu Ha.

Dampak kerisis Pangan Covid 19 maka Pemerintah Aceh membantu olah tanah gratis, benih dan pupuk untuk komoditi Padi seluas 16 ribu Ha, dan komoditi Jagung seluas 7.600 Ha, jadi bantuannya berupa benih, pupuk dan herbisida, tukas A Hanan.

Pada penjelasannya selain tanaman padi, kami juga bekerja sama dengan HIPAKAD (Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat) pada pengembangan tanaman Jagung di lokasi areal Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan lahan seluas 1.000 Ha. Lokasi lahan terdsebiut berada di Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.

Seperti kita ketahui bahwa ketahanan pangan sangatlah penting bagi setiap daerah untuk kepentingan masyarakat, oleh karena itu bapak Plt Guberrnur meminta kepada setiap Kepala Daerah baik Walikota maupun Bupati memperhatikan ketersediaan pangan di wilayah masing masing, sehingga tidak ada yang kekurangan pangan, pungkas A Hanan SP MM. (Tiopan. AP)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.