Minggu, 02 Agustus 2020

Masyarakat Diharapkan Hati Hati Dengan Penyebaran Berita Hoax Tentang Virus Corona, Dan Selalu Siaga Ikuti Petunjuk Protokol Kesehatan

    8/02/2020   No comments

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdul Gani
MOKI, Banda Aceh-Kini terlah banyak beredar informasi palsu (hoax) yang terjadi di tengah masyarakat mengenai Virus Corona. Pemberitaan yang tidak jelas terjadi karena Berita hoax dibagi secara berantai dan melampaui kuantitas informasi dari otoritas resmi. Banyak masyarakat yang termakan berita hoax dan cenderung diabaikan anjuran dari protokol kesehatan. 

Seperti kita ketahui bersama bahwa, korban Virus asal Negara Tiongkok itu semakin banyak meamakan korban yang berjatuhan. Demikian dikatakan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada wartawan Sabtu (01/08/20) sore.

Dijelaskannya, banyaknya Korban Virus Corona, penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang terjadi di Aceh beberapa hari belakangan ini, Kasus sudah mencapai 410 orang, dan 13 orang di antaranya meninggal dunia, terhitung tanggal 01 Agustus 2020 pada data Covid yang ada.

Data yang ada per tanggal 14 Juli 2020 yang lalu, sebanyak 110 orang terkena Covid-19 di Aceh, dan kini dalam waktu 17 hari mencuat menjadi 410 orang dan umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG), dan yang telah meninggal dunia sebanyak 13 orang, tukas Saiful Abdul Gani.

Lebih lanjut dijelaskan, korban yang meninggal terakhir laki-laki umur 53 tahun, warga Aceh Besar yang dirawat di RSUD Meuraxa, Kota Banda Aceh, karena sesak nafas. Hasil dari foto Thorak menunjukkan pneumonia, kemudian hasil dari pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring. dia konfirmasi Positif Covid-19. Pasien yang dirawat selama tiga hari tersebut, meninggal dunia pada hari Jumat (31/7/2020) sekira pukul 21.00 WIB malam.  

Pihak Keluarga Almarhum sangat tabah dan tawakkal menhadapi musibah ini, dan mereka secara sadar mengebumikan jenazah sesuai protokol kesehatan. Ini perlu jadi perhatian masyarakat akan bahanya Virus Corona, dan hendaknya setiap akan keluar dari rumah, merujuk kepada anjuran Protokol Kesehatan.

Koordinator Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUZA, Kota Banda Aceh, dr Novina Rahmawati, MSI Med Sp THT-KL FICS melaporkan bahwa, jenazah Almarhum difardukifayahkan oleh ustaz pemulasaraan jenazah RSUZA sesuai protokol Covid-19 dan tentu saja sesuai Syariah Islam, tukas Saiful.

Saiful Abdul Gani menjelaskan dengan gamblang bahwasannya, Virus Corona itu nyata dan korbannya sudah banyak dan ada di depan mata. Berdasarkan data yang ada dan yang sembuh, sedang dirawat, maupun meninggal dunia terkomfirmasi Covid-19, bukanlah berita hoax, dan korban dari Covid tersebut tidak memandang jabatan dan usia. Karena terkontaminasi Covid, banyak Puskesmas dan Rumah Sakit yangh ditutup sementara akibat petugas medis dan dokternya terkomfirmasi COVID–19.

Ruang perawatan pasien Covid-19 di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emergeng and Reemerging (Pinere) RSUZA Banda Aceh, dilaporkan sudah penuh, dan sebagian pasien infeksi virus corona terpaksa di alihkan perawatannya di Asrama Haji, Banda Aceh, ujar Saiful Abdul Gani.

Diharapkan kepada Bupati/Walikota bisa lebih aktif terhadap penyebaran COVID yang semakin meningkat, dengan mempersiapkan RSUD sebagai tempat perawatan maupun isolasi OTG positif Covid-19. Sebagai contohnya Pemkab Bireuen yang memiliki tempat isolasi khusus tersebut di Cot Batee Gelungku. Begitu juga dengan Pemkab Gayo Lues yang memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BTK), jelas Saiful Abdul Gani.

Bila semua OTG Covid-19 yang dirujuk untuk di isolasi di Kota Banda Aceh, tidaklah akan cukup tempatnya. Perawatan dirumah sakit maupun tempat isolasi sangat dibutuhkan apabila upaya pencegahannya yang dilaksanakan gagal. Dengan cara preventif dilakukan akan jauh lebih murah dan mudah dilaksanakan. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dalam menjalani kebijakan dan disiplin protokol kesehatan setiap stakeholder di seluruh Aceh.

Kepada Kepala Daerah, Bupati dan Walikota hendaknya mereview kembali pelbagai kebijakan penanganan Covid-19 dari Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Aceh, Forkopimda, Majelis Permusyawaratan, Ulama, dalam mengimplemintasikan kebijakan yang telah dilaksanakan sebelumnya, ujarnya pula. 

Dan yang paling penting lagi, penjagaan diperbatasan Aceh harus semakin diperketat, mengingat penyebaran Virus yang semakin meningkat maka, setiap orang masuk ke Aceh harus dapat menunjukkan surat bebas Virus Corona, dan minimal Surat Keterangan Hasil Rapid Test Non Reaktif dari institusi yang berwenang. Kemudian Penertiban pasar dan tempat umum, selain mengatur jarak antar pedagang dengan pembeli, juga menyediakan fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau masyarakat.

Apabila masih ada jiuga korban hoax dan meremehkan adanya Virus Corona, diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota yang mempunyai wewenang dalam menagani Codvid, agar menertipkan supaya protokol kesehatan dapat dijalankan di segala sektor kehidupan masyarakat, kata Saiful Abdul Gani menegaskan. (Tiopan. AP)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.