Kamis, 10 September 2020

Produktifitas Hasil Panen Padi Terus Meningkat Di Nisel

    9/10/2020   No comments

MOKI, Nias Selatan-Upaya Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) melalui Dinas Pertanian untuk mewujudkan peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Nisel memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Karena, Nisel memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas.

Produksi hasil panen tanaman padi untuk kegiatan intensifikasi padi sawah di Kabupaten  Nisel terus meningkat. Buktinya, provitas pada tahun anggaran 2020 mencapai 6,8 sampai 7 ton per hektar.
Kenaikan provitas ini dikarenakan penggunaan paket teknologi yang tepat yakni benih unggul, pemberian pupuk dan pemberantasan hama penyakit yang sesuai anjuran.

Hal ini disampaikan, Kadis Pertanian Nisel, Ir Norododo Sarumaha didampingi Kabid Sarpras Parlin Sarumaha kepada sejumlah wartawan di Ruang Kerjanya, Rabu, (09/09/2020).

Menurut dia, ini juga tidak terlepas dari fokus kepala daerah untuk terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan melalui program kegiatan intensifikasi padi sawah yang tersebar di beberapa kecamatan, antara lain di kecamatan Amandraya, O'o'u, Lolowau, Aramo, Maniamolo, Fanayama, Teluk Dalam, Lahusa dan kecamatan Gomo.

Ia menambahkan, kegiatan intensifikasi di sejumlah kecamatan itu juga tersebar di beberapa desa yaitu, di desa Hilimbulawa kecamatan Amandraya, desa Lolomaya kecamatan O'o'u, desa Lolofaoso kecamatan Lolowau, desa Hilimagiao dan Hiliorudua kecamatan Aramo, desa Idala Jaya Hilisimaetano kecamatan Maniamolo, desa Hilizihono kecamatan Fanayama, desa Hiligeho kecamatan Teluk Dalam, desa Tetezou dan Mogae kecamatan Lahusa dan desa Orahili Sibohou kecamatan Gomo.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga sudah dimulai sejak bulan Februari lalu, dan rata-rata sudah dipanen. "Hasil provitasnya jika dirata-ratakan meningkat dari tahun sebelumnya kurang lebih 52 persen. Jadi, masyarakat dihimbau untuk melaksanakan budidaya padi sawah dengan paket teknologi full, karena hasil panen dipastikan meningkat jika dibandingkan dengan penanaman secara tradisional ataupun konvensional, dan tentunya petani akan lebih untung.
Kedepannya, kita akan lebih fokus kepada pembinaan petani menggunakan  paket teknologi yang tepat dan benar," jelasnya.

"Adapun Dana untuk pengembangan padi sebesar Rp380.189.300, berupa benih, pupuk dn obat- obatan bersumber dari DAU tahun anggaran 2020 APBD Nias Selatan," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Kabupaten Nias Selatan juga pada tahun ini, mendapatkan dukungan pengembangan padi lahan kering seluas 100 hektar dari APBN. Bantuan tersebut berupa benih, pupuk dan obat-obatan.
"Ada juga bantuan benih padi sawah seluas 5000 hektar," tandasnya. (doeha)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.