Rabu, 02 September 2020

Zakaria Peniup Suling Asal Kota Sabang

    9/02/2020   No comments

Seniman Suling asal Kota Sabang Zakaria, Selasa (01/09/20) pagi di Café SKC.
MOKI, Sabang-Zakaria (70 thn) seorang seniman peniup suling asal Kota Sabang yang juga merupakan seorang petani dan tinggal di Gampong Krueng Raya Kecamatan Sukakarya, merasa bangga menjadi masyarakat Kota Sabang. Dan bakat seni meniup suling yang ada sekarang ini, didapatnya saat ada acara keramaian selama 3 bulan di era tahun 70, dan dari sanalah dia belajar meniup suling dari pesuling Orkes Kota Medan.

Hal ini dikatakannya ketika ditemui Wapemred MOKI di Café SKC jl. Diponegoro Kuta Ateh Kota Sabang sembari mendemontrasikan tiupan sulingnya yang mendayu dayu. Selasa (01/09/20) pagi.

Pada keterangannya, pekerjaan saya sekarang ini adalah merintis membangun jalan desa lengkap dengan Mushala dan apa segala keperluannya minta sama Walikota dan harus bersabar. Mengenai bidang seni meniup suling ini, saya geluti dari sejak tahun 1970 saat itu masih berstatus Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas, namun tidak seperti Free Port sekarang ini dikehidupan masyarakat Kota Sabang.

Ketika itu di Kota Sabang kedatangan Orkes asal Kota Medan untuk menghibur masyarakat Sabang yang acaranya dilaksanakan pada acara Pasar malam selama tiga bulan. Dan dari peniup suling orkes asal Kota Medan itulah saya berlatih meniup suling hingga sekarang ini saya sudah bisa membuat suling sendiri, ujar Zakaria.

Dikatakannya juga bahwa, acara pasar malam saat itu sangatlah bebas, bisa memasang nomor buntut, wagwhe dan banyak hiburan lainnya sehingga masyarakat Kota Sabang sangatlah terhibur. Namun sekarang ini dengan status yang sama Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang, hal hal hiburan rakyat itu tidaklah ada lagi.

Berawal belajar suling sampai bisa membuat suling karena adanya Pasar malam yang diadakan oleh KP4BS yang mengelola Free Port Sabang, dan saya diberikan suling oleh peniup orkes tersebut. Makanya saya berusaha membuat suling dari suling pemberian group orkes, dan hingga sekarang sangat apa yang telah diberikan sangatlah berbekas serta berkesan sekali pada diri saya, kata Zakaria.

Lebih lanjut Zakaria menjelaskan, lagu lagu yang saya tiup melanjutkan belajar dari penyuling orkes tersebut seperti lagu lagu kasidah, lagu lagu Aceh dan lagu lagu lainnya. Sekarang ini para pujangga pujangga Aceh telah banyak yang tiada, oleh katrena itu kalau bukan kita yang menjaga kesenian Aceh siapa lagi.

Harapan saya para generasi muda sekarang hendaknya belajar segala kesenian Aceh yang ada seperti meniup suling dan seni kreasi lainnya. Saya sekarang ini telah membuat suling sampai penuh satu peti, rencanya suling suling tersebut akan saya jual apabila ada dilaksanakan keramain. Hal ini akan dapat terwujud bila pihak Dinas Parawisata Kota Sabang ada melaksanakan acara berskala Aceh maupun Nasional atau Pihak BPKS, ada membuat even-even seperti sebelum sebelumnya, pungkas Zakaria. (Wapemred)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.