Kamis, 22 Oktober 2020

Wakil Ketua DPRD Sumenep Mendorong Pemkab Lebih Maksimal Penyerapan APBD Perubahan 2020

    10/22/2020   No comments


MOKI, Sumenep - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mendorong Pemkab Sumenep ke lebih maksimal mengunakna  penyerapan APBD perubahan Tahun anggran 2020. Pernyataan itu diungkapkan wakili ketua DPRD Kabupaten Sumenep Indrah Wahyudi. Kamis 22/10/2020


“Ini demi kepentingan masyarakat, jadi kami harap Pemerintah Daerah benar-benar maksimal menggunakan Anggaran perubahan 2020 ini,” katanya pada media.


Dia menjelaskan, dari hasil rapat paripurna internal DPRD Sumenep perihal penyampaian hasil evaluasi gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan tahun 2020 ini, semuanya telah final.


“Ini salah satu cara semangat kami, baik dari TAPD, eksekutif dan legislatif untuk mempercepat proses realisasi program APBD Perubahan tahun 2020 itu,” tuturnya.


Menurutnya, proses Raperda APBD Perubahan tahun 2020 saat ini mengalami pelambatan dibandingkan dengan tahun lalu. Namun demikian, diharapkannya tidak berdampak pada realisasi agenda pengerjaannya.


“Jangan sampai kemudian seperti tahun lalu, dengan proses pembahasan cepat tapi banyak anggaran yang kendor. Seperti pencairan 70 persen masih tersisa 30 persen, ini yang tentunya menjadi catatan agar tahun ini cepat direalisasikan,” tegasnya.


Sambung dia, pihaknya mendorong Pemkab Sumenep untuk secara masif dan maksimal menyiapkan sejumlah hal dari segi administrasi maupun teknis dalam rangka pemanfaatan anggaran perubahan secara total dan komprehensif (menyeluruh) hingga tuntas sempurna.


“Harapannya teman-teman adalah meminta kepada eksekutif untuk bisa menjamin dan menggaransi proses pencairan itu tidak molor. Sebab sisa waktunya sekarang juga mepet,” pintanya dengan tegas.


Melalui APBD Perubahan tahun 2020 itu, sambung Politisi Demokrat ini, direkomendasikan agar poin-poin penting yang saling berkaitan berkaitan, seperti kegiatan belanja modal dan lain sebagainya mampu dimaksimalkan.


“Mengacu dari evaluasi tahun sebelumnya, seperti kegiatan hibah dan program belanja modal yang sifatnya kontraktual CV banyak dari mereka tidak bisa dicairkan. Jadi, jangan sampai kemudian ada yang kendor,” pungkasnya.(Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.