Rabu, 11 November 2020

Dampak Covid-19, Ribuan Pelaku Seni Kepung Kantor Bupati Sumenep

    11/11/2020   No comments


MOKI, Sumenep - Dampak Covid-19, ribuan  pelaku seni se- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kepung  Kantor Bupati setempat. Rabu, (11/11/2020).


Aksi tersebut diikuti dari bebagai kalangan pelaku seni, yakni, pemusik, penyanyi, ludruk dan semua pelaku seni lainnya memadati pemkab sumenep.


Kedatangan mereka menuntut keadilan selama ini palaku seni tidak bisa berkerja, sebab larangan hiburan sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibuka kembali.


Mereka membawa sejumlah poster nyeleneh dan kocak berhasil tertangkap kamera saat aksi demo yang bertulisan:


1. Pak..!!! Ingat Lagu "Pertemuan" di Room 2.


2. Gapapa Makeup ku Luntur, Asal Bukan Keadilan yang Luntur


3. Cukup Hatiku yang Ambyar, Tapi Janjimu jangan Ya Pak.


4. Cukup Pak, Hentikan Semua Sandiwara mu.


5. Pak Kita Sudah Lama Digoyang, Kita Sudah Rindu Menggoyang.


6. Kami tidak butuh bantuan, kami hanya minta izin bekerja kembali.


7. Kami rindu sawerannya pak, bukan janji.


Orator aksi pecinta seni Sumenep H Sulaiman menyampaikan, aksi tersebut merupakan sebuah protes terhadap pemerintah. Sebab selama ini acara hiburan dilarang dengan alasan pandemi Covid-19.


Akibat larangan itu kata dia, para pelaku usaha kesenian se Kabupaten Sumenep kehilangan pemasukan dalam memenuhi kebutuhan hidup.


"Dulu memang berjanji setiap bulan akan diberi bantuan sosial (Bansos), tapi nyatanya tidak ada bantuan apa-apa," bebernya.


Menurutnya, pelarangan acara hiburan baik dalam kegiatan pesta pernikahan maupun pentas seni lainnya merupakan bentuk ketidakadilan. Sebab, jika patokannya adalah karena menciptakan kerumunan. Semua kegiatan baik dalam acara pernikahan yang tidak ada hiburannya atau tidak tetap ada kerumunan. Seperti pasar dan sebagainya.


"Kami hanya minta keadilan supaya larangan adanya hiburan itu dicabut, karena seni adalah ladang kami mencari nafkah," imbuhnya.


Sementara Mega salah satu anggota aksi  menceritakan nasibnya selama 9 tidak bekerja, pihaknya meminta pemerintah daerah agar memberikan izin untuk menggelar hiburan di hajatan warga.


"Selama 9 bulan kita tidak bekerja mas, kami butuh makan, kami minta kepada Bapak Bupati agar dibuka kembali larangan hiburan di hajatan warga" katanya kepada sejumlah media saat ditemui usai.(Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.