Jumat, 27 November 2020

Pemulihan Sektor Ekonomi, Tempat Wisata di Sumenep Kembali Dibuka

    11/27/2020   No comments


MOKI, Sumenep - Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur membuka kembali tempat  wisata yang ada di Sumenep. Namun,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meminta agar tempat wisata membatasi pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas.


Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto menyampaikan, dibukanya kembali tempat wisata demi mengembalikan pemulihan sektor ekonomi. 


"Dengan catatan, pengunjung harus dibatasi. Untuk itu, kami mewanti-wanti kepada pengelola wisata agar tetap mengikuti Prokes yang ada," katanya, Jum'at (27/11/2020).


Sambung dia, hal tersebut sebagaimana diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. Nol 1.07/menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada 19 Juni 2020.


Dia mengatakan, dalam peraturan itu, salah satunya pengelola harus melakukan pembersihan secara berkala, termasuk disinfeksi terutama pada area sarana dan peralatan yang digunakan bersama. 


"Jadi para pengelola destinasi wisata ini harus juga bisa bekerja sama dengan pemerintah," ujarnya.


Selain itu, Bambang menyarankan pengelola wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk dan perbanyak informasi bagi pengunjung yakni wajib pakai masker apabila di keramaian, jaga jarak minimal 1 meter, dan cuci tangan.


 "Para pekerja pun harus tahu dan memahami bagaimana cara melindungi diri dari penularan. Di mana harus hidup bersih dan jaga kesehatan," paparnya.


Selain itu, ia memastikan selama pandemi ini, tidak ada wisatawan luar daerah yang datang ke Sumenep untuk menikmati destinasi wisata. Baik, wisata mancanegara ataupun domestik. "Sampai saat ini belum ada turis masuk Sumenep," tutupnya.(Sr)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.