Jumat, 25 Desember 2020

Kajati Aceh Di Desak LASKAR Aceh Tuntaskan Dugaan KKN Walikota Langsa CS

    12/25/2020   No comments

Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, SH, Ketua Umum LASKAR

MOKI, Banda Aceh-Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR),Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, SH, mendesak Kajati Aceh Dr. Muhammad Yusuf, SH, MH untuk segera tuntaskan dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) terkait penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemko Langsa ke PEKELOLA (BUMD).


Ketum LASKAR berharap agar Kajati Aceh dapat terus berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi di Aceh, Ujar T. Indra kepada Wapemred MOKI..


Dikatakannya, LASKAR Aceh telah melaporkan Walikota Langsa beserta oknum-oknum lainnya atas dugaan KKN ke Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh pada tanggal 16 september 2020 dengan nomer agenda 8358 yang disertai beberapa bundel bukti-bukti dan diterima langsung oleh Handayani pada saat itu.


Dia juga meminta kepada pihak Kejati Aceh untuk menyurati Yayasan LASKAR terkait perkembangan laporan sudah sampai dimana hingga saat ini, tujuannya agar kami dari LASKAR dapat mengetahui jika laporan kami sudah sampai dimana proses hukumnya ujar ketum LASKAR.


Lebih lanjut Indra menjelaskan, Masalah dugaan terjadinya kerugian Negara yang cukup besar ini dengan cara KKN, seharusnya dapat segera di ungkap oleh Pihak Kejati Aceh.


Indikasi pencucian uang yang dilakukan secara berjamaah mulai "tercium" sejak di ikutkannya penyertaan modal Pemko Langsa untuk PEKELOLA (BUMD) secara bertahap sehingga telah mencapai milyaran rupiah itu, akan tetapi hasil yang didapatkan kembali untuk PAD Kota Langsa dari penyertaan modal tersebut hanyalah lima puluh persen minus  untuk Pemko Langsa ucap ketum LASKAR, tukas Indra Yoesdiansyah.


Diterangkannya juga bahwa, jika PEKELOLA sebagai BUMD dan Dinas PUPR Kota Langsa, telah melakukan beberapa pekerjaan bangunan fisik dilahan hutan Kota yang dikelola oleh PEKOLA dengan cara di swakelolakan sehingga patut kami duga pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak melalui proses swakelola yang benar dan tidak sesuai aturan Perpres yang berlaku serta terindikasi terjadinya mark- up dan KKN sehingga di khawatirkan dapat menyebabkan kerugian uang Negara yang cukup besar ucap Ketum LASKAR.


Permasalahan tersebut sangat menarik perhatian masyarakat Aceh khususnya warga Kota Langsa yang menanti kepastian hukum terhadap hal tersebut,apakah hukum itu akan berlaku sama adilnya walau para pejabat yang melakukannya ungkapnya.


Ketum LASKAR sangat percaya dengan komitmen Kajati Aceh akan menuntaskan permasalahan ini tanpa memandang status sosial seseorang dengan melihat jejak rekam karier sang Kajati Aceh yang tidak pernah mau kompromi dalam memberantas kejahatan Korupsi ucapnya.


Berhembus khabar jika Kajati Aceh telah memanggil beberapa orang saksi - saksi untuk dimintai keterangannya terkait laporan LASKAR beberapa waktu yang lalu di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh ujar Teuku Indra.


Ketua Umum LASKAR berharap jika Pihak Kejati Aceh dapat segera memberikan rillies Pers terhadap perkembangan hal tersebut, jangan sampai masyarakat Aceh  ber-opini sendiri terkait hal tersebut ucapnya.


Diharapkannya, Laskar siap mendukung kinerja Kejati Aceh dalam memberantas korupsi di bumi rencong ini, yang dapat merugikan Negara dan masyararakat.


Tindak Pidana Korupsi  adalah tindak pidana  sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,ujarnya pula.


Dia menjelaskan bahwa, Adapun bunyi Pasal 2 ayat (1) UU tipikor, “(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).(Tiopan. AP)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.