Jumat, 18 Desember 2020

PLN Rayon Juwana Siap Menyuport Para Pelanggan Yang Ingin Berwirausaha

    12/18/2020   No comments


MOKI, PATI-Upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 salah satunya dengan cara memberikan keringanan tagihan listrik (stimulus).


Menurut Irfan Debi Rahmansyah selaku Manager PLN Rayon Juwana mengatakan,"Pemerintah telah memberikan stimulus dan juga relaksasi bagi beberapa segmen tarif, yaitu dari tarif rumah tangga,tarif Bisnis, tarif Industri dan lain-lain, tentunya dengan stimulus yang berbeda sesuai dengan golongan daya tarifnya," ucapnya, Kamis (17/12/2020).


Tentunya sudah banyak yang mengetahui kalau pelanggan rumah tangga dengan daya 450va memperoleh 100% (gratis) dan 900va dengan kode (R1) memperoleh 50% dimulai sejak bulan April 2020 lalu.


Selain bantuan tersebut, ternyata pemerintah juga memberikan relaxsasi terhadap pelanggan golongan Bisnis dan Juga Industri.


Untuk pelanggan golongan Bisnis dan Industri, PLN akan memberikan relaxsasi dalam bentuk penagihan, Pelanggan-pelanggan tersebut akan ditagih sesuai kWh yang digunakan tanpa adanya batas standar rekening minimal (dibebaskan dari rekening minimal)


"Dimasa Pandemi covid-19 ini PLN memberikan perlindungan rekening minimal terhadap pelanggan golongan Bisnis dan Industri, PLN hanya akan menagih biaya sesuai pemakaian kWh pelanggan masing-masing, perhitungan penagihanya adalah (pemakaian kWh x rupiah kWh x pajak penerangan jalan), seperti kemarin kita temukan salah satu pelanggan ada yang membayar Rp 3.000 saja karena di lokasi tersebut memang tidak ada pemakaian,"terang Irfan.


Ia juga menjelaskan untuk pelanggan pascabayar, penagihan dibulan sekarang guna membayar penagihan bulan sebelum nya.


"Khusus untuk pelanggan pascabayar, jika ada Pelanggan membayar rekening tagihan dibulan Desember, tagihan bulan Desember itu digunakan membayar di bulan November, jika pelanggan membayar bulan November, tagihan itu untuk bulan Oktober, dan begitu seterusnya," jelas Irfan.


Untuk pelanggan dengan tarif daya industri akan ada 2 tarif penggunaannya yaitu tarif malam dan tarif siang, yang tentunya  tarif malam lah yang murah, hal ini biasa disebut LWBP ( laju waktu beban puncak)


"Untuk tarif rumah tangga tarif dasarnya Rp 1.467/kWh, tetapi untuk bisnis atupun industri tarif dasarnya Rp 972/kWh, sekitar ada selisih Rp 495,28/kWh,"tuturnya.


Semua bantuan stimulus dan relaxsasi di perkirakan akan berakhir di bulan Desember 2020, untuk kepastian berakhir bantuan tersebut, pihaknya masih menunggu informasi dari pusat.


Ia juga menambahkan, jika ada pelanggan ingin merubah tarif daya dari golongan rumah tangga ke Bisnis, atau Bisnis ke Industri, harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti halnya surat ijin usaha, fc KTP dan surat permohonan (yang ditunjukkan oleh PLN Juwana).


"Bagi para pelanggan yang mempunyai Usaha mikro kecil menengah yang ingin merubah tarif daya dari golongan rumah tangga ke golongan  Bisnis atau industri, silakan penuhi persyaratannya dan dikirimkan Ke Petugas kami, kami akan membantu dan mensupport semaksimal mungkin demi kelancaran usaha anda,"pungkasnya. (Gilang)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.